Search This Blog

Loading...

Monday, June 03, 2013

Melihat pada diri sendiri


Sebelum memasuki sebuah barbershop, seorang bapak memberi nasehat kepada anaknya, "Untuk mendapatkan hasil cukur yg baik, tidak usah takut memilih tukang cukur yg model rambutnya buruk. Karena kita tahu itu bukan hasil cukurannya sendiri."

•Ya, tepat sekali. Seorang tukang cukur yang ahli sekali pun tak dapat memangkas rambutnya sendiri dengan bagus. Demikian juga seorang dokter tak dapat mengoperasi dirinya sendiri.  Ini memberikan  gambaran bahwa setiap orang, sehebat apa pun, tetap membutuhkan orang lain dalam hidup ini.

•Ralph W Emerson pernah menulis, "Mata bisa melihat segala hal kecuali dirinya sendiri." Kita membutuhkan orang lain utk memperbaiki sikap kita yang salah.
•Kita memerlukan nasihat orang tua, teguran sahabat, kritik dari atasan, saran dari pasangan dan nasihat yang baik dari siapa saja.

•Memang pada saat mendengar tindakan kita dikritik atau ditegur, rasanya tidak nyaman. Lebih enak dan menyenangkan bila kita selalu dipuji, didukung. Akan tetapi orang yang dapat menerima teguran dari nasihat dari orang lain sebenarnya sedang menolong dirinya sendiri agar terhindar dari hal-hal buruk.

•Sebaliknya, sungguh kasihan orang yang menganggap pendapatnya sendiri paling benar. Ia tak berkesempatan memperbaiki hidupnya dan mendapatkan yang lebih baik dari pendapatnya sendiri.

•Berbahagialah Anda, berterima kasihlah kepada orang yang selama ini rajin mengkritik Anda. Lihatlah orang tersebut bukan sebagai musuh, justru anggaplah dia sebagai sahabat.

•Sebaliknya berhati-hatilah terhadap orang yang selalu memuji-muji Anda, sebab belum tentu dia melakukannya dengan tulus.

Thursday, May 30, 2013

Anda menunai apa yang anda taburkan

James Bender Dalam Bukunya, "How to Talk Well" [New York; McGray-Hill Book Company,Inc., 1994], Menyebutkan Sebuah Cerita Tentang Seorang Petani yang Menanam Jagung Unggulan dan sering kali Memenangkan Penghargaan Setiap Tahun Berturut2.

Suatu hari, seorang wartawan dari koran lokal melakukan wawancara dan Menggali Rahasia Kesuksesan Petani Tersebut.

Wartawan itu menemukan bahwa petani itu membagikan benih jagungnya kepada para tetangganya.

"Bagaimana Anda bisa berbagi benih jagung dengan tetangga Anda, lalu bersaing dengannya dalam kompetisi yang sama setiap tahunnya?" tanya wartawan, dengan penuh rasa heran dan takjub.

"Tidakkah Anda mengetahui bahwa angin menerbangkan serbuk sari dari jagung yang akan berbuah dan membawanya dari satu ladang ke ladang yang lain. Jika tetangga saya menanam jagung yang jelek, maka kualitas jagung saya akan menurun ketika terjadi serbuk silang. Jika saya ingin menghasilkan jagung kualitas unggul, saya harus membantu tetangga saya untuk menanam jagung yang bagus pula," jawab petani.

Petani ini sangat menyadari hukum keterhubungan dalam kehidupan. Dia tidak dapat meningkatkan kualitas jagungnya, jika dia tidak membantu tetangganya untuk melakukan hal yang sama.

Dalam Kehidupan, Mereka Yang Ingin Menikmati Kebaikan, Harus Memulai Dengan Menabur Kebaikan Pada Orang-orang di Sekitarnya. Jika Anda Ingin Bahagia, Anda Harus Menabur Kebahagiaan Untuk Orang Lain. Jika Anda Ingin Hidup Dengan Kemakmuran, Maka Anda Harus Berusaha Meningkatkan Taraf Hidup Orang-orang di Sekitar Anda.

Anda Tidak Akan Mungkin Menjadi Ketua Team Yang Hebat, Jika Anda Tidak Berhasil Meng-upgrade Masing-Masing Anggota Team Anda. KUALITAS ANDA DITENTUKAN OLEH ORANG-ORANG DI SEKITAR ANDA.

Orang Cerdas Sejatinya Adalah Orang Yang Mencerdaskan Orang Lain, Begitu Pula Orang Yang Baik Adalah Orang Yang Mau Membaikkan Orang Lain...

Selamat Menebarkan Kebaikan Dimanapun Anda Berada.

Saturday, April 27, 2013

Cara penyembuhan dengan buah dan sayur di sekitar kita.

1) Perempuan dilarang menarik barang, perempuan harus mendorong.

2) Jalan 50 langkah memperbaiki tulang tubuh, menaiki 20 anak tangga memperbaiki tulang lutut.

3) Kopi sangat tidak disarankan bagi WANITA, karena dapat menyebabkan Osteoporosis dan mempercepat menopause.

4) Rebus 10 lembar daun salam dengan 2 (dua) gelas air, minum tiap hari selama 12 hari, untuk menurunkan kolestrol, diabetes dan darah tinggi.

5) Penyebab darah tinggi adalah kekurangan kalium. Semangka, timun adalah sumber kalium (disarankan semangka kuning)

6) Jus Pear+Strawbery (4 buah) menaikkan daya tahan tubuh,

7) Anggur hitam menguatkan jantung, Anggur hijau melangsingkan tubuh, Anggur merah melebarkan pembuluh darah (agar tdk tersumbat)/anti kolestrol.

8) Labu Kuning baik untuk mempertajam daya ingat anak, dimakan wanita hamil lebih baik. Untuk pria dewasa, berguna untuk menghasilkan sperma berkualita.

9) Pisang: untuk yg sering keram dan kesemutan.

10) Manggis: paling baik untuk tulang.

11) Paprika: Menyembuhkan diabetes, sakit tulang dan anti kanker.

12) Apel+Buncis dijus bersama dapat menjadi obat pankreas/diabetes.

13) Makan sayuran hijau siang hari anti stroke

14) Sayur memastikan protein tidak menjadi kanker.

15) Sayur memastikan karbo tidak menjadi diabetes.

--- semoga bermanfaat ---

Friday, March 22, 2013

Anakmu mengenalkan siapa dirimu

① Jk anakmu BERBOHONG
Itu krn engkau MENGHUKUMNYA terlalu BERAT.

② Jk anakmu TDK PERCAYA DIRI
Itu krn engkau TDK MEMBERI dia SEMANGAT.

③ Jk anakmu KURANG BERBICARA
Itu krn engkau TDK MENGAJAKNYA BICARA.

④ Jk anakmu MENCURI
Itu krn engkau TDK MENGAJARNYA MEMBERI.

⑤ Jk anakmu PENGECUT
Itu krn engkau selalu MEMBELANYA.

⑥ Jk anakmu TDK MENGHARGAI ORG LAIN
Itu krn engkau BERBICARA TERLALU KERAS kpdnya.

⑦ Jk anakmu suka MARAH²
Itu krn engkau KURANG MEMUJINYA.

⑧ Jk anakmu SUKA BERBICARA PEDAS
Itu krn engkau TDK BERBAGI dengannya.

⑨ Jk anakmu SUKA MENGASARI org lain
Itu krn engkau SUKA MELAKUKAN KEKERASAN terhadapnya.

⑩ Jk anakmu LEMAH
Itu krn engkau SUKA MENGANCAMNYA.

⑪ Jk anakmu CEMBURU
Itu krn engkau MENELANTARKANNYA.

⑫ Jk anakmu MENGGANGGUMU
Itu krn engkau KURANG MENCIUM atau MEMELUKNYA.

⑬ Jk anakmu TDK MEMATUHIMU
Itu krn engkau MENUNTUT TERLALU BANYAK padanya.

⑭ Jk anakmu TERTUTUP
Itu krn engkau TERLALU SIBUK.

Saturday, January 26, 2013

Andai aku bisa membesarkan anak-anakku sekali lagi.

•Andai saja waktu bisa diputar kembali & aku diberi kesempatan sekali lagi untuk membesarkan anak-anakku dengan lebih baik.

•Yang pertama akan kubangun adalah harga dirinya sebagai pondasi kesuksesan hidup mereka kelak.

•Aku akan lebih banyak melukis dengan jari-jariku bersamanya daripada memarahi dengan menudingkan jari-jariku kepada mereka.

•Aku akan mengurangi koreksi & cercaan, & menjalin ikatan kasih sayang dengan mereka...

•Aku akan berhenti menghitung jam yang telah terlewati, & aku akan mulai mengisi kebersamaan dengan mereka di tiap detiknya.

•Aku tidak akan mempedulikan masalah yang terjadi, namun aku akan berusaha lebih peduli pada perasaan mereka berkaitan dengan masalah itu.

•Akan kudaki lebih banyak gunung & menerbangkan lebih banyak layang-layang bersama mereka.

•Aku akan berhenti bersikap serius, & mulai bersungguh-sungguh menikmati permainan bersama mereka.

•Aku akan lebih banyak berlari & memandang bintang-bintang bersama mereka.

•Aku akan lebih banyak memeluk daripada mengabaikan mereka.

•Aku akan lebih melihat sosok besar masa depan dalam tubuh mereka yang kecil.

•Akan kukurangi sikap kaku dalam diriku & lebih banyak menguatkan cita-cita mereka.

•Aku tidak akan menggunakan kekuatan untuk mendapatkan cintanya, tapi akan kugunakan kekuatan cintaku untuk mendapatkan hati mereka..

Pesan Moril:
Bagi yang belum terlambat, selamat memulai.
Sementara bagi yang sudah terlewat, usahakan mengubah diri, mulai dari saat ini.

Sunday, January 06, 2013

Sikap dalam kehidupan

Konon ada seorang Professor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer. Di sana sang Professor berjumpa dengan seseorang yang tak mungkin ia lupakan, namanya Ralph, yang diberi tugas menjemputnya di bandara.

Ketika berada di bandara, Ralph sering menghilang. Ada saja yang dilakukannya; ia membantu seorang wanita tua yang kopernya jatuh dan terbuka, kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas, ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar.

Setelah itu, ia selalu kembali ke sisi sang Professor dengan tersenyum lebar.
Waktu di dalam mobil, mereka bercakap cakap.

"Dari mana anda belajar melakukan semuanya itu?" tanya sang professor.
"Melakukan apa ?" tanya Ralph.
"Dari mana anda belajar bersikap seperti ini ?!" desak sang Professor.
"Oh….", kata Ralph,"Selama perang, saya kira, perang telah mengajari saya banyak hal.”

Lalu ia bercerita sewaktu ditugaskan di Vietnam. Ia dan timnya bertugas membersihkan ladang ranjau dan harus menyaksikan satu persatu teman-temannya tewas terkena ledakan ranjau.

"Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah," katanya. "Selalu tegang di setiap langkah, saya tidak tahu apakah langkah berikutnya adalah pijakan terakhir bagi saya. Yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat kaki dengan aman adalah mensyukuri langkah sebelumnya. Saya kira sejak itulah, saya menjalani kehidupan seperti ini. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, anugerah baru, dan kesempatan baru.”

❖ KEMULIAAN HIDUP tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang bermakna bagi orang lain.
❖ NILAI MANUSIA tidak ditentukan oleh bagaimana cara ia mati, tapi bagaimana cara ia hidup.
❖ KEKAYAAN MANUSIA bukan apa yang ia telah peroleh, tapi apa yang ia telah bagikan.

“Nikmatilah setiap langkah hidup, karena setiap langkah hidup kita adalah anugerah Sang Khalik”

Wednesday, January 02, 2013

Evaluasi diri

Seorang bocah laki-laki datang ke sebuah telepon umum. Karena kurang tinggi, dia ambil kardus di dekat situ dan naik di atasnya sehingga bisa menekan tombol angka di telepon koin itu.
Penjual koran di sebelahnya, memperhatikan tingkah laku si Bocah, tertarik menguping percakapan teleponnya.
Bocah : "Ibu, bisakah saya dapat pekerjaan memotong rumput di halaman rumah ibu?"
Ibu (di ujung telepon) :  "Saya sudah punya orang untuk mengerjakannya.."
Bocah : "Ibu bisa bayar saya setengah dari upah orang itu."
Ibu : "Tapi saya sudah sangat puas dengan hasil kerja orang itu dik."
Bocah (dengan sedikit memaksa) : "Saya juga akan menyapu pinggiran trotoar ibu dan saya jamin di hari Minggu rumah ibu akan jadi yang tercantik dari semua rumah lingkungan Ibu."
Ibu : "Tidak dik, terima kasih."

Bocah itu menaruh gagang telepon dgn senyum di wajahnya. Si Bapak penjual koran yg dari tadi mendengarkan kemudian menghampiri bocah itu.
Bapak : "Nak, aku suka sikap dan semangatmu. Aku ingin menawarkanmu pekerjaan.."
Bocah : "Tidak Pak.. Terima kasih.."
Bapak : "Tapi tadi kedengarannya kamu sangat menginginkan pekerjaan?"
Bocah : "Oh... itu, saya cuma mau mengecek apa pekerjaan saya sudah bagus. Saya sendiri yang bekerja untuk Ibu tadi."

Pernahkah kita mengevaluasi hasil kerja kita? Apakah hasilnya sesuai, melebihi atau di bawah harapan? Sayangnya sedikit dari kita yang mau meluangkan waktu untuk mengevaluasinya.

Semoga di tahun baru ini, dapat membuat kita berubah menjadi lebih baik.