Search This Blog

Friday, March 10, 2006

Menangkap kebahagiaan

Tidak ada kebahagiaan abadi.

Bayangkan suatu saat Anda berhasil mendapatkan bea siswa ke luar negeri setelah empat kali mencoba, senang? Pasti, mungkin Anda akan berteriak girang dan ingin semua orang tahu, tapi yakinlah itu tidak akan terus terjadi, satu atau mungkin dua minggu kemudian perasaan Anda akan kembali seperti sedia kala, masa euforia berakhir juga.

Pendapatan penduduk Amerika kini dua kali lipat lebih besar jika dibandingkan dengan tahun 1957, tapi apakah tidak ada orang depresi? Tidak juga, bahkan krisis moneter di Indonesia tidak selamanya membuat kita melipat wajah kan? Maka Meyers menyarankan untuk tidak perlu merasa iri pada kekayaan, karena menurutnya,

"happiness is less a matter of getting what we want than wanting what we have."


Nikmati tiap detiknya.......

Hampir setiap orang berlomba untuk menyiapkan masa depan sebaik-baiknya, bahkan di kota metropolitan ini matahari seringkali `kalah', mungkin Anda salah satu yang sering berlari sebelum mentari muncul dan kembali ke rumah saat mentari terlelap.
Sadarkah bahwa kita seakan-akan tidak hidup di masa kini tapi berharap untuk hidup seperti juga mempersiapkan kebahagiaan, bukankah tidak seharusnya selalu begitu?

Kebahagiaan tidak berada nun jauh di sana, coba sejenak tengok bunga mawar di taman depan, atau senyum si kecil yang mengusik Anda kala menyiapkan presentasi, sudahkah Anda merasakannya?

Kendalikan waktu

Salah satu cara agar lebih merasa berkuasa adalah dengan mengendalikan waktu Anda. Psikolog dari Universitas Oxford, Michael Argyle mengatakan,
"For happy people, time is `filled and planned',
For unhappy people time is unfilled, open and uncommitted;
they postpone things and are inefficient."
Agar efektif lakukan rencana besar dalam rencana-rencana kecil. Menyusun laporan dalam satu malam mungkin bisa Anda kerjakan tapi pasti lebih membuat lelah, akan lebih ringan jika Anda telah menyiapkan bahan-bahan untuk laporan tiga-empat hari sebelumnya.

Berlaku bahagialah

Bisa juga mencoba salah satu prinsip dalam psikologi sosial:
We are as likely to act ourselves into a way of thinking as to think ourselves into action.
Dalam satu eksperimen, orang yang berpura-pura memiliki percaya diri tinggi ternyata dapat merasa lebih baik, bahkan saat mencoba ekspresi tersenyum.

Manfaatkan waktu luang

Adakalanya seseorang merasa tertekan dan stres, di saat lain bisa juga merasa bosan dan tidak bersemangat (underchallanged), di antara keduanya ada zona yang disebut `flow' (mengalir) oleh Mihaly Csikszentmihalyi, psikolog dari Universitas Chicago. Pada zona ini seseorang merasa tertantang namun tidak terlalu cocok sehingga ia `tersedot' dan tanpa sadar kehilangan waktunya.

Csikszentmihalyi melihat orang menemukan pengalaman menyenangkan dalam zona ini, dan bisa memperpanjang waktu luang. Ironisnya lebih banyak waktu luang yang tersedia untuk begitu saja mengalir. Orang lebih suka menghabiskan waktu di depan layar tv dan biasanya tidak mendapatkan sesuatu yang berguna. Padahal ada banyak yang bisa dilakukan seperti merapikan taman, mengundang teman, main bola dengan si kecil, jalan-jalan sejenak dengan keluarga atau menulis surat pada sahabat lama maka Anda akan lebih mendapatkan kesenangan

Olah raga

Beberapa studi menunjukkan aerobik dapat mencegah depresi ringan dan kecemasan. Pilihan olah raga bisa disesuaikan dengan kondisi masing-masing orang, sebab dalam satu survai dilaporkan jika kondisi fisik membaik, orang akan cenderung lebih percaya diri, tidak stres dan
lebih bersemangat.

Cukup istirahat

Resep utama untuk berenergi, salah satunya dengan menjalani hidup dengan tersenyum, karena itu sisihkan waktu untuk tidur dan istirahat yang cukup agar bangun dalam kondisi bugar dan semangat

Jalin persahabatan

Tidak ada yang dapat menangkal ketidakbahagiaan dari pada persahabatan yang erat dengan seorang yang benar-benar memperhatikan dan menyayangi Anda. Mereka yang memiliki banyak teman dekat untuk berbagi, bercerita cenderung lebih berbahagia dan sehat.
Karenanya Meyers menyarankan bagi yang telah menikah untuk lebih menetapkan hati dan berikan yang terbaik bagi pasangan, dukung dan berbagi dalam cinta maka Anda berdua akan merasa lebih muda

Menjaga rohani

Faith doesn't promise immunity from suffering, but it does enable a streghthened walk through valleys of darkness.

Semua yang terjadi adalah kehendak-Nya, menjalin hubungan yang erat dengan sang pencipta
merupakan sandaran yang menjanjikan, seperti juga dikatakan Meyers di atas bahwa keyakinan tidak berarti Anda bebas dari derita namun keyakinan akan menolong melewati semua itu.

* taken from Psychology Today, Meyers*

Smile.., and the world will smile for you....

Tuesday, February 28, 2006

Jika Kamu....

Renungkan,
Hayati,
dan
Pahami...

Jika kamu memancing ikan,
Setelah ikan itu terlekat di mata kail,
hendaklah kamu mengambil ikan itu.
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja.
Karena ia akan sakit oleh karena ketajaman mata kailmu,
dan mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seseorang,
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya,
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja.
Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu
dan mungkin tidak dapat melupakan segalanya selagi dia mengingatmu.

Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada takungannya.
Dan janganlah menganggap ia begitu teguh,
cukuplah sekadar keperluanmu.

Apabila sekali ia retak,
tentu sukar untuk kamu menambalnya semula.
Akhirnya ia dibuang.
Sedangkan jika kamu coba membaikinya,
mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi.

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya.
Janganlah kamu terlalu mengaguminya,
dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa.
Anggaplah dia manusia biasa.
Apabila sekali dia melakukan kesilapan,
bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.
Akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.

Sedangkan jika kamu memaafkannya,
boleh jadi hubungan kamu akan terus hingga ke akhirnya.

Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi,
yang kamu pasti baik untuk dirimu.
Mengenyangkan, Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah coba mencari makanan yang lain?
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya,
Kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan.
yang kamu pasti membawa kebaikan kepada dirimu,
Menyayangimu, Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah coba membandingkannya dengan yang lain?
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain,
Kamu juga yang akan menyesal.

Monday, February 20, 2006

Ketika Cinta Terurai Menjadi Perbuatan

Kulitnya hitam. Wajahnya jelek. Usianya tua. Waktu pertama kali masuk ke rumah wanita itu, hampir saja ia percaya kalau ia berada di rumah hantu.

Lelaki kaya dan tampan itu sejenak ragu kembali. Sanggupkah ia menjalani keputusannya? Tapi ia segera kembali pada tekadnya. Ia sudah memutuskan untuk menikahi dan mencintai perempuan itu. Apapun resikonya.

Suatu saat perempuan itu berkata padanya, "Ini emas-emasku yang sudah lama kutabung, pakailah ini untuk mencari wanita idamanmu, aku hanya membutuhkan status bahwa aku pernah menikah dan menjadi seorang istri." Tapi lelaki itu malah menjawab, "Aku sudah memutuskan untuk mencintaimu. Aku takkan menikah lagi."

Semua orang terheran-heran. Keluarga itu tetap utuh sepanjang hidup mereka. Bahkan mereka dikaruniai anak-anak dengan kecantikan dan ketampanan yang luar biasa.

Bertahun-tahun kemudian orang-orang menanyakan rahasia ini padanya. Lelaki itu menjawab enteng, "Aku memutuskan untuk mencintainya. Aku berusaha melakukan yang terbaik. Tapi perempuan itu melakukan semua kebaikan yang bisa ia lakukan untukku. Sampai aku bahkan tak pernah merasakan kulit hitam dan wajah jeleknya dalam kesadaranku. Yang kurasakan
adalah kenyamanan jiwa yang melupakan aku pada fisik."

Begitulah cinta ketika ia terurai jadi perbuatan. Ukuran integritas cinta adalah ketika ia bersemi dalam hati... terkembang dalam kata... terurai dalam perbuatan...

Kalau hanya berhenti dalam hati, itu cinta yang lemah dan tidak berdaya.
Kalau hanya berhenti dalam kata, itu cinta yang disertai dengan kepalsuan dan tidak nyata... Kalau cinta sudah terurai jadi perbuatan, cinta itu sempurna seperti pohon; akarnya terhunjam dalam hati, batangnya tegak dalam kata, buahnya menjumbai dalam perbuatan. Persis seperti iman, terpatri dalam hati, terucap dalam lisan, dan dibuktikan oleh amal.

Semakin dalam kita merenungi makna cinta, semakin kita temukan fakta besar ini, bahwa cinta hanya kuat ketika ia datang dari pribadi yang kuat, bahwa integritas cinta hanya mungkin lahir dari pribadi yang juga punya integritas. Karena cinta adalah keinginan baik kepada orang yang kita cintai yang harus menampak setiap saat sepanjang kebersamaan.

Rahasia dari sebuah hubungan yang sukses bertahan dalam waktu lama adalah pembuktian cinta terus menerus. Yang dilakukan para pecinta sejati di sini adalah memberi tanpa henti. Hubungan bertahan lama bukan karena perasaan cinta yang bersemi di dalam hati, tapi karena kebaikan tiada henti yang dilahirkan oleh perasaan cinta itu.

Seperti lelaki itu, yang terus membahagiakan istrinya, begitu ia memutuskan untuk mencintainya. Dan istrinya, yang terus menerus melahirkan kebajikan dari cinta tanpa henti.
Cinta yang tidak terurai jadi perbuatan adalah jawaban atas angka-angka perceraian yang semakin menganga lebar dalam masyarakat kita.

Jika kita memiliki kesempatan utk menjadi seseorang yg LUAR BIASA ,
Kenapa kita memilih utk menjadi biasa-biasa saja? Bukankah hidup ini hanya
sekali saja? Pastikan diri kita BERGUNA untuk orang banyak."

Tuesday, February 14, 2006

Kehadiran

Seorang laki² pergi ke luar negeri untuk bekerja dan meninggalkan gadis tunangannya ter-sedu².

"Jangan khawatir, aku akan menulis surat untukmu setiap hari", katanya. Selama ber-tahun² laki² itu memang menulis surat untuk tunangannya. Tetapi karena dia senang dengan pekerjaannya, dia tidak merencanakan untuk pulang dalam waktu dekat.

Suatu hari, dia menerima undangan pernikahan. Ternyata kekasihnya akan segera menikah. Dengan siapa? Dengan tukang pos yang tiap hari mengantar surat yang dia tulis. Jarak pemisah telah membuat hati berubah. Lelaki malang itu merenung, "Lho, apa salahku. Aku mengiriminya surat², coklat, dan bahkan bunga²".

Ketika dalam suatu hubungan terjadi masalah, daftar barang² yang telah diberikan atau hal² yang telah dilakukan untuk seseorang, akan tiba² muncul untuk dipermasalahkan. Kita akan berkata: "Saya telah memberimu ini dan itu ... Saya telah melakukan semuanya demi kamu".

Tampaknya cinta dapat dibuktikan secara mudah hanya dengan pemberian hadiah² dan perbuatan baik. Namun, walaupun hadiah² itu penting juga, cinta memerlukan hal yang mendasar: KEHADIRAN. Kehadiran sang kekasih, kehadiran orang yang dicintai.

Pengamatan saya terhadap anggrek ibu saya dapat dijadikan contoh. Saat ibu saya pergi agak lama, bunga² itu tampak tak subur dan banyak diantaranya yang layu. Tapi saat ia kembali hadir, bunga² itu mekar dengan indahnya. Padahal ibu saya tidak melakukan hal² yang luar biasa. Ia hanya memberikan banyak waktunya untuk berbicara dan merawat mereka.

Saya kira, orang lebih memerlukan kehadiran perhatian dan kepedulian. Cinta secara fundamental adalah sebuah komitmen terhadap seseorang. Kita dapat mempunyai komitmen terhadap bisnis, pekerjaan, hobi, olahraga, maupun keanggotaan di klub, tetapi dapat dikatakan dengan tegas : semua itu tidak dapat mencintai kita.

Hanya orang lain yang dapat membalas cinta kita, dan untuk itu, komitmen tertinggi sebagai manusia adalah memberikan waktu kita dengan orang yang kita cintai. Dan karena manusia memerlukan kasih sayang dan makanan, hadiah² material hanya dapat - secara terbatas - membantu untuk mengembangkan cinta. Tapi itu semua tidak dapat menggantikan kehadiran pribadi, yang merupakan hadiah terbesar!

Martha sedang sibuk dengan pekerjaannya. Dia yakin harus bekerja keras, karena ia mencintai ayahnya yang sedang sakit kanker. Dia harus membeli obat²an yang mahal. Saudara²nya yang lain tetap tinggal dengan ayah mereka hampir setiap saat. Mereka memandikannya, bernyanyi untuknya, menyuapi makan, ataupun sekedar menemani sang ayah.

Suatu hari Martha sakit hati. Dia mendengar sang ayah berkata kepada ibunya, "Semua anak² kita mencintaiku kecuali Martha". "Bagaimana mungkin?", pikir Martha. "Bukankah aku yang bekerja mati²an untuk mendapatkan uang guna membeli semua obat²an? Saudara²ku bahkan tidak berbagi sebesar yang aku berikan".

Suatu hari, Martha pulang larut malam seperti biasanya. Dia mengintip untuk pertama kalinya, ke dalam kamar dimana ayahnya berbaring. Dia melihat ayahnya masih terjaga, maka dia memutuskan untuk datang mendekat di samping tempat tidur ayahnya. Ayahnya memegang kedua tangan Martha dan berkata, "Aku merindukanmu. Aku sudah tidak punya banyak waktu lagi. Tinggalah dan temani aku". Dan itu yang ia lakukan, semalaman ia tinggal menemani ayahnya, berpegang, menggenggam tangannya. Pagi harinya martha berkata pada semua orang, "Aku mengambil cuti. Aku ingin menemani Ayah. Mulai saat ini aku akan memandikan dan bernyanyi untuknya". Sebuah senyum bahagia muncul menghias wajah ayahnya. Kali ini ia tahu Martha mencintainya.

Namun, bagaimana jika KEHADIRAN juga dianggap tidak cukup untuk menunjukkan cinta seseorang. Jadi, apakah batasannya…??

Wednesday, February 08, 2006

Kasih Ibu

“Bisa saya melihat bayi saya?” pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan nafasnya. Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar jendela rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga!

Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya penampilannya saja yang tampak aneh dan buruk.
Suatu hari anak lelaki itu bergegas pulang ke rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan tragedi.

Anak lelaki itu terisak-isak berkata, “Seorang anak laki-laki besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh.” Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya di bidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas. Ibunya mengingatkan, “Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan remaja-remaja lain?” Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya.

Suatu hari ayah anak lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan telinga untuknya. “Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang telinga untuknya. Tetapi harus ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya,” kata dokter. Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka.

Beberapa bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak lelakinya, “Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia,” kata sang ayah.
Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah. Bakat musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima banyak penghargaan dari sekolahnya.

Beberapa waktu kemudian ia pun menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya, “Yah, aku harus mengetahui siapa yang telah bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya.”
Ayahnya menjawab, “Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang yang telah memberikan telinga itu.”Setelah terdiam sesaat ayahnya melanjutkan, “Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk mengetahui semua rahasia ini.”

Tahun berganti tahun. Kedua orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu. Di hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah ibunya yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya sehingga tampaklah bahwa sang ibu tidak memiliki telinga. “Ibumu pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,” bisik sang ayah. “Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah kehilangan sedikit kecantikannya bukan?”

Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun di dalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang bisa terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang sejati tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun pada apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.

Saturday, January 28, 2006

21 Good Advices

1. Give people more than they expect and do it cheerfully.
2. Marry a man/woman you love to talk to. As you get older, their conversational kills will be as important as any other.
3. Don't believe all you hear, spend all you have or sleep all you want
4. When you say, "I love you," mean it.
5. When you say, "I'm sorry," look the person in the eye.
6. Be engaged at least six months before you get married.
7. Believe in love at first sight.
8. Never laugh at anyone's dreams. People who don't have dreams don't have much.
9. Love deeply and passionately. You might get hurt but it's the only way to live life completely.
10. In disagreements, fight fairly. No name calling.
11. Don't judge people by their relatives.
12. Talk slowly but think quickly.
13. When someone asks you a question you don't want to answer, smile and ask, "Why do you want to know?"
14. Remember that great love and great achievements involve great risk.
15. Say "bless you" when you hear someone sneeze.
16. When you lose, don't lose the lesson
17. Remember the three R's: Respect for self; Respect for others; and responsibility for all your actions.
18. Don't let a little dispute injure a great friendship.
19. When you realize you've made a mistake, take immediate steps to correct it.
20. Smile when picking up the phone. The caller will hear it in your voice.
21. Spend some time alone.

Tuesday, January 24, 2006

Senyumlah! Dan Dunia akan tersenyum padamu..

Tahukah kamu bahwa senyum itu menular?

Menerimanya seperti terjangkit flu.


Hari ini seseorang tersenyum padaku,

dan aku balas tersenyum juga.


Di pojok ruangan seseorang melihatku tersenyum

dan ia mulai tersenyum pula.

Aku jadi sadar bahwa senyum dapat ditularkan.


Lalu aku memikirkan dan mengukur senyumku.

Senyum yang unik, seperti senyumku,

dapat menyebar ke seluruh dunia.


Jadi, kalau kamu merasa ingin tersenyum,

janganlah berusaha menghentikannya.


Marilah kita mulai menyebarkan wabah senyum sekarang juga,

hingga mempengaruhi seluruh dunia!

Tetaplah tersenyum dan kirimkan artikel ini pada para teman dan sahabatmu.


Lagi pula, bukankah setiap orang membutuhkan senyum?!!!

Monday, January 16, 2006

WANITA LAIN

Setelah menikah selama dua puluh satu tahun akhirnya kutemukan cara untuk menjaga agar cahaya cinta tetap bersinar.
Beberapa waktu yang lalu, aku keluar bersama wanita yang lain dari biasanya. Gagasan itu justru dari istriku sendiri.

"Aku yakin kau akan mencintainya," kata istriku.

"Tapi aku mencintaimu," protesku.

"Aku tahu itu, tapi kau juga akan mencintainya."

Sebenarnya wanita yang dimaksud istriku tidak lain adalah ibuku sendiri yang telah menjanda selama 19 tahun. Tuntutan pekerjaan dan tiga anakku membuatku jarang mengunjunginya.

Malam itu aku menelepon untuk mengajaknya kencan makan malam dan nonton bioskop.

"Ada apa? Kau baik-baik saja, kan?" ibuku balik bertanya.

Ibuku termasuk tipe orang yang beranggapan bahwa telepon di larut malam dan undangan mendadak adalah pertanda berita buruk.

"Kupikir akan sangat menyenangkan melewatkan waktu bersama Ibu," jelasku. "Hanya kita berdua saja."

Dia berpikir sejenak lalu berkata, "Aku setuju dengan rencanamu itu."
Jumat itu, setelah kerja, aku meluncur ke rumahnya untuk menjemput. Aku sedikit gelisah. Sesampainya di sana, kuperhatikan dia juga agak salah tingkah. Dia memakai mantel, menunggu di depan pintu. Rambutnya dikeriting dan memakai baju yang dikenakannya di ulang tahun
perkawinannya yang terakhir. Dia tersenyum dengan wajah seberseri bidadari.

"Aku bercerita kepada teman-temanku bahwa aku kencan dengan anakku. Mereka terkesan," katanya sambil memasuki mobil. "Mereka tidak sabar menunggu cerita pertemuan kita ini."

Kami pergi ke restoran yang cukup baik dan nyaman. Ibuku menggandeng tanganku seakan-akan ia adalah istri seorang presiden. Setelah kami duduk, kubaca menu. Mata ibuku hanya bisa melihat tulisan yang tercetak dengan huruf besar.

Selama makan kuperhatikan ibu selalu menatapku. Senyuman nostalgia tersungging di bibirnya.

"Biasanya, aku yang selalu membacakan menu ketika kau masih kecil," kata ibu.

"Sekarang santailah, biar aku yang ganti membaca untuk membalas kebaikan ibu," jawabku.

Selama makan malam, kami terlibat dalam pembicaraan yg mengasyikkan.
Tidak ada yang istimewa, hanya tentang kejadian-kejadian terakhir dalam kehidupan kami berdua. Kami bicara banyak sampai lupa acara nonton film. Kemudian aku mengantarnya pulang.

"Aku akan keluar lagi bersamamu, tapi atas undanganku," kata ibuku. "Kalau kau setuju?"

Aku segera menyatakan persetujuanku.

Sesampainya di rumah, istriku bertanya, "Bagaimana acara makan malammu?"

"Sangat menyenangkan. Jauh lebih menyenangkan dari yang kubayangkan," jawabku.

Beberapa hari kemudian ibuku meninggal dunia karena serangan jantung.
Kejadian itu begitu mendadak sehingga aku tidak sempat berbuat apa-apa.
Kemudian aku menerima amplop ibuku yang berisi kwitansi tanda lunas dari sebuah rumah makan yang rencananya akan kami kunjungi berdua. Amplop itu juga berisi secarik surat yang berbunyi :

"Telah kubayar lunas. Mungkin aku tidak bisa ke sana bersamamu, tapi aku tetap membayar untuk dua orang: untukmu dan istrimu. Kau takkan pernah tahu arti malam itu bagiku. Aku mencintaimu."

Saat itu aku baru menyadari betapa pentingnya mengucapkan: "Aku Mencintaimu" dan memberi orang yang kita cintai waktu yang layak diterimanya.

Dalam hidup ini tak ada yang lebih penting dari Tuhan dan keluargamu.
Luangkan waktu yang layak bagi mereka karena hal itu tak dapat ditunda sampai waktu lain.
(Author Unknown)

Tuesday, January 03, 2006

Pikirkan sebelum mengeluh

Hari ini sebelum kamu mengatakan kata-kata yang tidak baik,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak dapat berbicara sama sekali

Sebelum kamu mengeluh tentang rasa dari makananmu,
Pikirkan tentang seseorang yang tidak punya apapun untuk dimakan.

Sebelum anda mengeluh tidak punya apa-apa,
Pikirkan tentang seseorang yang meminta-minta dijalanan.

Sebelum kamu mengeluh bahwa kamu buruk,
Pikirkan tentang seseorang yang berada pada tingkat yang terburuk didalam hidupnya.

Sebelum kamu mengeluh tentang suami atau istri anda,
Pikirkan tentang seseorang yang memohon kepada Tuhan untuk diberikan teman hidup

Hari ini sebelum kamu mengeluh tentang hidupmu,
Pikirkan tentang seseorang yang meninggal terlalu cepat

Sebelum kamu mengeluh tentang anak-anakmu,
Pikirkan tentang seseorang yang sangat ingin mempunyai anak tetapi dirinya mandul

Sebelum kamu mengeluh tentang rumahmu yang kotor karena pembantumu tidak mengerjakan tugasnya,
Pikirkan tentang orang-orang yang tinggal dijalanan

Sebelum kamu mengeluh tentang jauhnya kamu telah menyetir,
Pikirkan tentang seseorang yang menempuh jarak yang sama dengan berjalan kaki

Dan disaat kamu lelah dan mengeluh tentang pekerjaanmu,
Pikirkan tentang pengangguran, orang-orang cacat yang berharap mereka mempunyai pekerjaan seperti anda

Sebelum kamu menunjukkan jari dan menyalahkan orang lain,
ingatlah bahwa tidak ada seorangpun yang tidak berdosa...

Kita semua menjawab kepada Sang Pencipta.
Dan ketika kamu sedang bersedih dan hidupmu dalam kesusahan,
Tersenyum dan berterima kasihlah kepada Tuhan bahwa kamu masih hidup !

Life is a gift

Live it...

Enjoy it...

Celebrate it...

And fulfill it.

Sunday, January 01, 2006

Katakan Sekarang

Seorang penulis tak dikenal telah menuliskan kata-kata yang menggugah pikiran sebagai berikut:

Lebih baik kumiliki setangkai mawar mungil
Dari kebun seorang sahabat
Daripada memiliki bunga-bunga pilihan
Ketika hidupku di dunia harus berakhir.

Lebih baik mendengar kata-kata yang menyenangkan
Yang disampaikan dengan kebaikan kepadaku
Daripada pujian saat jantungku berhenti berdetak,
Dan hidupku berakhir.

Lebih baik kumiliki senyum penuh kasih
Dari sahabat-sahabat sejatiku
Daripada air mata di sekeliling peti jenazahku
Ketika pada dunia ini kuucapkan selamat tinggal.

Bawakan aku semua bungamu hari ini,
Entah merah muda, putih, atau merah;
Lebih baik kumiliki setangkai yang mekar saat ini
Daripada satu truk penuh ketika aku meninggal.


Mengingat hal-hal yang baik tentang kawan atau sanak keluarga yang telah meninggal pada upacara pemakaman mereka merupakan hal yang tepat, tetapi memberi pujian yang tulus ketika mereka masih hidup adalah jauh lebih baik.

Pujian itu mungkin merupakan peneguhan yang sangat mereka butuhkan.

Apakah Anda berutang ucapan terima kasih atau penghargaan kepada seseorang?

Jangan menundanya.
Katakan hari ini juga.
Besok mungkin sudah terlambat!

--Richard De Haan


Tak pernah terlalu awal untuk mengucapkan kata-kata yang baik Sebab anda tidak tahu seberapa cepat itu akan menjadi terlambat.

Monday, December 26, 2005

Jangan Pernah Berhenti Berbuat Baik

Dia hampir saja tidak melihat wanita tua yang berdiri di pinggir jalan itu, tetapi dalam cahaya berkabut ia dapat melihat bahwa wanita tua itu membutuhkan pertolongan. Lalu ia menghentikan mobil Pontiacnya di depan mobil Mercedes wanita tua itu, lalu ia keluar dan menghampirinya.

Walaupun dengan wajah tersenyum wanita tua itu tetap merasa khawatir, karena setelah menunggu beberapa jam tidak ada seorang pun yang menolongnya. Apakah lelaki itu bermaksud menyakitinya?

Lelaki tersebut penampilanya tidak terlalu baik, ia kelihatan begitu memprihatinkan. Wanita tua itu dapat merasakan kalau dirinya begitu ketakutan, berdiri sendirian dalam cuaca yang begitu dingin, sepertinya lelaki tersebut tau apa yang ia pikirkan. Lelaki itu berkata "saya kemari untuk membantu anda bu, kenapa anda tidak menunggu di dalam mobil bukankah di sana lebih hangat? oh ..ya nama saya Bryan?" yach memang dia sudah terlalu lelah apalagi untuk wanita setua dirinya hal ini benar-benar terasa berat.

Bryan masuk kedalam kolong mobil wanita tua itu untuk memperbaiki yang rusak Akhirnya ia selesai, tetapi dia kelihatan begitu kotor dan lelah, wanita tua itu membuka kaca jendela mobilnya dan berbicara kepadanya, ia berkata bahwa ia dari st louis dan kebetulan lewat jalan ini. Dia merasa tidak cukup kalau hanya mengucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan.

Wanita tua itu berkata berapa yang harus ia bayar, berapapun jumlahnya yang ia minta tidak menjadi masalah, karena ia membayangkan apa yang akan terjadi jika lelaki tersebut tidak menolongnya. Bryan hanya tersenyum. Bryan tidak mengatakan berapa jumlah yang harus dibayar, karena baginya menolong orang bukanlah suatu pekerjaan. Ia yakin apabila menolong seseorang yang membutuhkan pertolongan tanpa suatu imbalan suatu hari nanti Tuhan pasti akan membalas amal perbuatanya.

Ia berkata kepada wanita tua itu "Bila Ibu benar-benar ingin membalas jasanya, suatu saat nanti apabila Ibu melihat seseorang yang membutuhkan pertolongan maka tolonglah orang tersebut ... dan ingatlah pada saya".
Bryan menunggu sampai wanita tua itu menstater mobilnya dan menghilang dari pandangan.

Setelah berjalan beberapa mil wanita tua itu melihat kafe kecil, lalu ia mampir kesana untuk makan dan beristirahat sebentar. Seorang pelayan wanita datang dan memberikan handuk bersih untuk mengeringkan rambutnya yang basah. Wanita tua itu memperhatikan sang pelayan yang sedang hamil, dan masih begitu muda. Lalu ia teringat kepada Bryan.
Setelah wanita tua itu selesai makan dan sang pelayan sedang mengambil kembalian untuknya, wanita tua itu pergi keluar secara diam-diam.

Setelah kepergiannya sang pelayan kembali, pelayan itu bingung kemana wanita tua itu pergi, lalu ia menemukan secarik kertas di atas meja dan uang $1000.

Ia begitu terharu setelah membaca apa yang ditulis oleh wanita tua itu:
"Kamu tidak berhutang apapun pada saya karena seseorang telah menolong saya,
oleh karena itulah saya menolong kamu, maka inilah yang harus kamu lakukan:

"Jangan pernah berhenti untuk memberikan cinta dan kasih sayang".

Malam ketika ia pulang dan pergi tidur, ia berfikir mengenai uang dan apa yang ditulis oleh wanita tua itu. Bagaimana wanita itu bisa tahu kalau ia dan suaminya sangat membutuhkan uang untuk menanti kelahiran bayinya?

Ia tahu bagaimana suaminya sangat risau mengenai hal ini, lalu ia memeluk suaminya yang terbaring disebelahnya dan memberikan kecupan yang lembut sambil berbisik "Semuanya akan baik-baik saja, I Love You Bryan".

(Segala sesuatu yang berputar akan selalu berputar).

"Jangan pernah berhenti untuk berbuat baik"

Friday, December 23, 2005

Life is so precious

Life that you live is a wonderful gift that we've accepted because there are challenges and possibilities that will make you learn and understand the reason you live.

Life is a chance for you to make all your dreams come true and prove how precious you are for many people around you.

Life is not a simple but all you have to do is just make it simple and easy because what makes it not simple is how you deal with it.

Life can be so cruel if you act cruel and life can be so sweet if you sweet to it.

So, it’s better to take your life easily and get used to it and be nice to your life.

Wednesday, December 21, 2005

Be Thankful

Be thankful that you don't already have everything you desire.
If you did, what would there be to look forward to?
Be thankful when you don't know something,
for it gives you the opportunity to learn.

Be thankful for the difficult times. During those times you grow.
Be thankful for your limitations,
because they give you opportunities for improvement.
Be thankful for each new challenge,
because it will build your strength and character.

Be thankful for your mistakes. They will teach you valuable lessons.
Be thankful when you're tired and weary,
because it means you've made a difference.

It's easy to be thankful for the good things.
A life of rich fulfillment comes to those who
are also thankful for the setbacks.
Gratitude can turn a negative into a positive.
Find a way to be thankful for your troubles,
and they can become your blessings.

Friday, December 16, 2005

Jika kamu memancing ikan....

Setelah ikan itu terlekat di mata kail, hendaklah kamu mengambil ikan itu....
Janganlah sesekali kamu lepaskan ia semula ke dalam air begitu saja....
Karena ia akan sakit oleh karena bisanya ketajaman mata kailmu dan
mungkin ia akan menderita selagi ia masih hidup.

Begitulah juga setelah kamu memberi banyak pengharapan kepada seorang...
Setelah ia mulai menyayangimu hendaklah kamu menjaga hatinya....
Janganlah sesekali kamu meninggalkannya begitu saja....
Karena dia akan terluka oleh kenangan bersamamu dan mungkin tidak dapat
melupakan segalanya selagi dia mengingatmu....

Jika kamu menadah air biarlah berpada,
jangan terlalu mengharap pada takungannya
dan janganlah menganggap ia begitu teguh....
cukuplah sekadar keperluanmu....

Apabila sekali ia retak....
tentu sukar untuk kamu menambalnya semula....
Akhirnya ia dibuang....
Sedangkan jika kamu coba membaikinya mungkin ia masih dapat dipergunakan lagi....

Begitu juga jika kamu memiliki seseorang, terimalah seadanya....
Janganlah kamu terlalu mengaguminya
dan janganlah kamu menganggapnya begitu istimewa....
Anggaplah dia manusia biasa.

Apabila sekali dia melakukan kesilapan bukan mudah bagi kamu untuk menerimanya.... akhirnya kamu kecewa dan meninggalkannya.
Sedangkan jika kamu memaafkannya boleh jadi hubungan kamu akan terus
hingga ke akhirnya....


Jika kamu telah memiliki sepinggan nasi... yang kamu pasti baik untuk dirimu.
Mengenyangkan. Berkhasiat.
Mengapa kamu berlengah, coba mencari makanan yang lain..
Terlalu ingin mengejar kelezatan.
Kelak, nasi itu akan basi dan kamu tidak boleh memakannya.
Kamu akan menyesal.

Begitu juga jika kamu telah bertemu dengan seorang insan..... yang kamu pasti membawa kebaikan kepada dirimu.
Menyayangimu. Mengasihimu.
Mengapa kamu berlengah, coba membandingkannya dengan yang lain.
Terlalu mengejar kesempurnaan.
Kelak, kamu akan kehilangannya apabila dia menjadi milik orang lain
Kamu juga yang akan menyesal.

Thursday, December 15, 2005

Tujuh Keajaiban Dunia

Sekelompok siswa kelas geografi sedang mempelajari "Tujuh Keajaiban Dunia."
Pada awal dari pelajaran, mereka diminta untuk membuat daftar apa yang mereka pikir merupakan "Tujuh Keajaiban Dunia" saat ini. Walaupun ada beberapa ketidaksesuaian, sebagian besar daftar berisi;

1) Piramida
2) Taj Mahal
3) Tembok Besar Cina
4) Menara Pisa
5)Kuil Angkor
6) Menara Eiffel
7) Kuil Parthenon

Ketika mengumpulkan daftar pilihan, sang guru memperhatikan seorang pelajar,
seorang gadis yang pendiam, yang belum mengumpulkan kertas kerjanya. Jadi,
sang guru bertanya kepadanya apakah dia mempunyai kesulitan dengan
daftarnya.

Gadis pendiam itu menjawab, "Ya, sedikit. Saya tidak bisa memilih karena
sangat banyaknya." Sang guru berkata, "Baik, katakan pada kami apa yang
kamu miliki, dan mungkin kami bisa membantu memilihnya."

Gadis itu ragu sejenak, kemudian membaca, "Saya pikir, "Tujuh Keajaiban
Dunia" adalah,
1) Bisa melihat,
2) Bisa mendengar,
3) Bisa menyentuh,
4) Bisa menyayangi, Dia ragu lagi sebentar, dan kemudian melanjutkan,
5) Bisa merasakan,
6)Bisa tertawa,
7) Dan, bisa mencintai

Ruang kelas tersebut sunyi seketika.

Alangkah mudahnya bagi kita untuk melihat pada eksploitasi manusia dan menyebutnya "keajaiban". Sementara kita lihat lagi semua yang telah Tuhan karuniakan untuk kita, kita menyebutnya sebagai "biasa". Semoga anda hari ini diingatkan tentang segala hal yang betul betul ajaib dalam kehidupan anda.

Monday, November 28, 2005

Forgiveness

A story tells that two friends were walking through the desert. In a specific point of the journey, they had an argument, and one friend slapped the other one in the face.
The one, who got slapped, was hurt, but without anything to say, he wrote in the sand: "TODAY, MY BEST FRIEND SLAPPED ME IN THE FACE".

They kept on walking, until they found an oasis, where they decided to take a bath. The one who got slapped and hurt started drowning, and the other friend saved him. When he recovered from the fright, he wrote on a stone: "TODAY MY BEST FRIEND SAVED MY LIFE".

The friend who saved and slapped his best friend, asked him, "Why, after I hurt you, you wrote in the sand, and now you write on a stone?"

The other friend, smiling, replied: "When a friend hurts us, we should write it down in the sand, where the winds of forgiveness get in charge of erasing it away, and when something great happens, we should engrave it in the stone of the memory of the heart, where no wind can erase it".

Learn to write in the sand. :-)

Wednesday, November 23, 2005

Cinta ini milikmu Mama

Farah, bangun... udah azan subuh. Sarapanmu udah mama siapin di meja..."
Tradisi ini sudah berlangsung 26 tahun, sejak pertama kali aku bisa mengingat. Kini usiaku sudah kepala 3 tapi kebiasaan mama tak pernah berubah. "Mama sayang... ga usah repot-repot ma, aku dan adik-adikku udah dewasa." pintaku pada mama pada suatu pagi. Wajah tua itu langsung berubah.

Pun ketika mama mengajakku makan siang di sebuah restoran. Buru-buru kukeluarkan uang dan kubayar semuanya., Ingin kubalas jasa mama selama ini dengan hasil keringatku. Raut sedih itu tak bisa disembunyikan. Kenapa mama mudah sekali sedih ? Aku hanya bisa mereka-reka, mungkin sekarang fasenya aku mengalami kesulitan memahami mama karena dari sebuah artikel yang kubaca

.. orang yang lanjut usia bisa sangat sensitive dan cenderung untuk bersikap
kanak-kanak ... tapi entahlah.... Niatku ingin membahagiakan malah membuat mama
sedih. Seperti biasa, mama tidak akan pernah mengatakan apa-apa.

Suatu hari kuberanikan diri untuk bertanya "Ma, maafin aku kalau telah menyakiti perasaan mama. Apa yang bikin mama sedih ?"

Kutatap sudut-sudut mata mama, ada genangan air mata di sana. Terbata-bata mama berkata, "Tiba-tiba mama merasa kalian tidak lagi membutuhkan mama. Kalian sudah dewasa, sudah bisa menghidupi diri sendiri. Mama tidak boleh lagi menyiapkan sarapan untuk kalian, mama tidak bisa lagi jajanin kalian. Semua sudah bisa kalian lakukan sendiri".

Ah, Ya Allah, ternyata buat seorang Ibu .. bersusah payah melayani putra-putrinya adalah sebuah kebahagiaan. Satu hal yang tak pernah kusadari sebelumnya. Niat membahagiakan bisa jadi malah membuat orang tua menjadi sedih karena kita tidak berusaha untuk saling membuka diri melihat arti kebahagiaan dari sudut pandang masing-masing.

Diam-diam aku bermuhasabah... Apa yang telah kupersembahkan untuk mama
dalam usiaku sekarang ? Adakah mama bahagia dan bangga pada putera putrinya ? Ketika itu kutanya pada mama. Mama menjawab "Banyak sekali nak kebahagiaan yang telah kalian berikan pada mama. Kalian tumbuh sehat dan lucu ketika bayi adalah kebahagiaan. Kalian berprestasi di sekolah adalah kebanggaan buat mama. Setelah dewasa, kalian berprilaku sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat mama. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang tua."

Lagi-lagi aku hanya bisa berucap "Ampunkan aku ya Allah kalau selama ini sedikit sekali ketulusan yang kuberikan kepada mama. Masih banyak alasan ketika mama menginginkan sesuatu."

Betapa sabarnya mamaku melalui liku-liku kehidupan.
Sebagai seorang wanita karier seharusnya banyak alasan yang bisa dilontarkan mamaku untuk "cuti" dari pekerjaan rumah atau menyerahkan tugas itu kepada pembantu. Tapi
tidak!
Mamaku seorang yang idealis, menata keluarga, merawat dan mendidik anak-anak adalah hak prerogatif seorang ibu yang takkan bisa dilimpahkan kepada siapapun. Pukul 3 dinihari mama bangun dan membangunkan kami untuk tahajud.
Menunggu subuh mama ke dapur menyiapkan sarapan sementara aku dan
adik-adik sering tertidur lagi... Ah, maafin kami mama ... 18 jam sehari sebagai "pekerja" seakan tak pernah membuat mama lelah..
Sanggupkah aku ya Allah ?

--- +++ ---

"Farah... bangun nak, udah azan subuh .. sarapannya udah mama siapin di meja.. " Kali ini aku lompat segera.. kubuka pintu kamar dan kurangkul mama sehangat mungkin, kuciumi pipinya yang mulai keriput, kutatap matanya lekat-lekat dan kuucapkan "terima kasih mama, aku beruntung sekali memiliki mama yang baik hati, ijinkan aku membahagiakan mama...". Kulihat binar itu memancarkan kebahagiaan...

Cintaku ini milikmu, Mama... Aku masih sangat membutuhkanmu... Maafkan aku yang belum bisa menjabarkan arti kebahagiaan buat dirimu..




Sahabat.. tidak selamanya kata sayang harus diungkapkan dengan kalimat "aku sayang padamu... ", namun begitu, Rasulullah menyuruh kita untuk menyampaikan rasa cinta yang kita punya kepada orang yang kita cintai karena Allah.
Ayo kita mulai dari orang terdekat yang sangat mencintai kita ... ibu dan ayah walau mereka tak pernah meminta. Percayalah...
Kata-kata itu akan membuat mereka sangat berarti dan bahagia. Wallaahu a'lam

"Ya Allah,cintai mamaku, beri aku kesempatan untuk bisa membahagiakan mama
.. dan jika saatnya nanti mama Kau panggil, panggillah dalam keadaan
khusnul khatimah. Titip mamaku ya Rahman"

Untuk semua Ibu yang mencintai anak-anaknya dan semua anak yang mencintai Ibunya

Saturday, November 19, 2005

Ijinkan Aku Memelukmu

Sarah memilih angkat kaki dari rumah. Bukan benci pada mama dan papanya, meski dia juga yakin jika tengah dipermainkan emosi sesaat. Dia ingin menjernihkan pikiran, jauh dari rumah yang tak lain adalah saoraja, dan yang pasti penghuninya pun harus selalu bertindak sebagaimana layaknya ningrat.

Dia kesal pada mama dan papanya. Ya...kesal. Mungkin itu kata yang tepat untuk saat ini, karena membenci mama dan papanya, sarah tahu itu keterlaluan, ia tahu mama dan papa mencintainya dan dia bangga akan itu, tapi mereka menurutnya sangat terlalu.

"Sarah,kamu harus bisa membawa diri. Ingat nama lengkapmu, Andi Sarah! Seorang ningrat tak bisa di bedakan hanya dengan melihat wajahnya,tapi cara berpakaian,melangkah,dan bertutur!"

Sarah mulai bosan dengan kalimat seperti itu. Gelar ningrat yang di alirkan ke darahnya, seolah fluida beracun yang bisa saja mematikannya, bila dia tak bisa memerankan peran ningrat yang sesungguhnya. Saoraja, tempat tinggalnya, seperti sebuah bangunan yang mengekang kebebasannya.

"Kebebasan seperti apa lagi yang kamu minta?"

Kalimat papanya tadi malem, sempat membuatnya mengurungkan niat untuk pergi dari rumah. Mama dan papanya memang punya toleransi berlebih. Tidak seperti ningrat kebanyakan yang membatasi pergaulan anaknya. Harus sesama ningrat, atau paling tidak dengan anak orang terpandang, apa itu karena orangtuanya yang pejabat,atau orang kaya. Mama dan papanya tidak seperti itu, Sarah bahkan bebas membawa teman-temannya masuk saoraja,dan tidak memberi aturan pada teman-temannya untuk memanggilnya dengan nama lengkap, Andi sarah!

Katup toleransi mama dan papanya,tiba-tiba tertutup rapat, saat sarah mengajukan keinginan untuk mengikuti kontes kecantikan tingkat nasional. "Mau jadi model, mau jadi selebritis? Memangnya kamu belum merasa dikenal terlahir dari orangtua secakep papa?" awalnya papanya menanggapinya dengan lelucon, karena dia juga mengganggap sarah hanya bercanda.

"Sarah serius, pa."


Papanya yang lagi asyik baca koran, merasa terusik dengan kalimat itu. Keinginan sarah itu, tidak hanya mengerutkan kening papanya,tapi juga mamanya yang sedang sibuk mengaduk teh celup.

"Apa aku kurang pantas jadi model?" Kepercayaan diri sarah,seolah runtuh melihat reaksi mama dan papanya, yang seolah tak memantaskan dirinya untuk jadi model. Padahal keinginannya untuk menjadi model, bukan hanya dia merasa cantik, tapi juga untuk yang kesekian kalinya, dia telah menjadi yang terbaik dalam adu kecerdasan,tingkat propinsi,bahkan nasional.
Bahasa asingnya pun tak hanya bahasa inggris, tapi juga nihon-go, bahkan mandarin.

Terlebih, keinginannya untuk ikut ajang ratu kecantikan itu, karena dia ingin mewujudkan niatnya untuk keliling dunia, bukan untuk shoping, tapi melihat kekuasaan Tuhan yang lain, dan membagi kasih lewat kegiatan2 sosial yang biasa di lakukan para pemenang kontes kecantikan.

"Papa tidak setuju, titik!" Tegas papanya saat seluruh argument dia lontarkan untuk meloloskan keinginannya. Papanya bahkan menghempaskan koran yang di bacanya, lalu meninggalkan sarah yang masih menatapnya penuh harap.
Mamanya yang melihat kesedihan di wajah sarah, mencoba menyentuh hati sarah dengan bujukan dan belaian. Tapi sentuhan itu tak berasa ke hati, karena mamanya pun tak memberi restu, cara penolakannya saja yang berbeda.

"Sarah, papamu benar. Apa sih asyiknya jadi model? Karena terkenal? Punya banyak uang? Harta dan ketenaran bukan jaminan kebahagiaan. Papamu nggak ingin kamu jadi sorotan publik, jadi bahan gosip, bahkan dicaci."

"Ma, kenapa terlalu picik memandang selebritis? Selebritis apalagi model terpilih bukan hanya karena cantiknya, tapi juga kepinteran dan sikapnya selama di karantina."

"Tapi apa yang terjadi setelah dia keluar dari karantina? Jadi bahan gunjingan, sikap bahkan senyumnya pun selalu jadi bahan kontroversi. Kamu mau, sebagai ningrat yang terpandang, tinggal di dalam saoraja, lalu digunjing sana sini? Kamu mau pintu saoraja ini tiap hari di ketuk wartawan, untuk meminta komentar mama dan papa tentangmu?

Orang lain boleh bangga, tapi mama dan papamu mengganggapnya aib. Mama sudah bangga dengan prestasi kamu di sekolah, mama nggak ingin lebih dari itu. Jangan pikir jadi selebritis itu asyik, kecuali kalau untuk bikin sensasi!"

Sepertinya tak ada celah lagi. Tak ada harapan untuk mewujudkan keinginannya itu. Jalan keluarnya Sarah memilih keluar rumah untuk sementara.

"Sarah bukan marah sama mama dan papa. Sarah cuman ingin melihat dunia luar, kebetulan ada temanku yang mengajak jalan-jalan ke kampungnya di Sulawesi Barat."

Mama dan papanya seolah mengerti jika Sarah pergi membawa kecewa, dan mereka sepertinya tahu jika putrinya tak akan menyimpan benci apalagi dendam. Kasih sayang yang mereka curahkan selama ini cukup untuk menjaga Sarah saat jauh dari mereka.

"Papa melarangmu ikut ajang pemilihan model itu, karena mencintaimu. Kami tidak ingin publik merasa memilikimu sebagai idolanya, lalu memisahkanmu dari kami. Papa sudah terlalu tua untuk mendengar kalimat sumbang tentang dirimu, jika kelak kamu betul-betul jadi selebritis."

Mamanya mengangguk mengiyakan kalimat papanya, juga mengiyakan kepergian sarah. Mendengar kalimat papanya, melihat tatapan tulus mamanya, kekesalan yang terpendam di balik dadanya,luluh seketika. Dia berat untuk melangkah, meninggalkan halaman saoraja, tapi dia terlanjur berjanji pada Fauziah, teman sekolahnya, untuk berkunjung ke kampungnya

"Semoga kamu betah!"
Kalimat itu yang pertama diucapkan Fauziah saat Sarah tiba di sebuah rumah sederhana yang halamannya masih bisa dibanguni rumah type tiga kamar, jika saja tak di tumbuhi pepohonan.

"Kata papamu, kamu mau ikut pemilihan...?"

"Jadi papaku cerita ke kamu?" potong Sarah.

"Dia cerita saat menelponmu kemarin. Ehh... kalau jadi selebritis, pilih aku jadi manajermu, ya...?"

"Nggak lucu!" ketus Sarah sambil menghempaskan tubuhnya di atas kasur kapuk yang masih lumayan empuk.

"Mau tahu kenapa selebritis suka pake manajer?"
Sarah tetap diem, meski dari mimik Fauziah, dia tahu Fauziah masih ingin menggodanya.
"Karena selebritis itu taunya cuman nyanyi, akting, bikin sensasi biar terkenal. Jangan harap dia pintar matematika, bagi waktu saja nggak tahu kalau bukan manajer."

Sarah akhirnya tersenyum juga mendengar lelucon sahabatnya.

"Disini ada juga ajang pemilihan model."

"Tingkat kampung..? Hasilnya jadi model kampungan juga!" potong Sarah.

"Benar, kamu nggak mau ikut?" ucap Fauziah serius.
Mau tak mau kening Sarah akhirnya berkerut, bagaimana mungkin dia yang bermimpi untuk ikut ajang pemilihan model tingkat nasional, malah di seret untuk ikut yang tingkat kampung. Apa memang ada pemilihan di kampung?
Melihat kening Sarah tak juga mulus, dia menarik tangan sahabatnya, dan meminta Sarah mengikuti langkahnya.

"Capek nih, emang kita mau kemana sih...?" tanya Sarah di antara desah nafasnya yang kelelahan mengikuti langkah Fauziah.
Fauziah yang ditanya tetap diam, hanya memperlambat langkah, karena dia tahu Sarah tak pernah berjalan kaki lebih dari satu kilometer, sementara perjalanan yang harus di tempuhnya lebih kurang tujuh kilometer.

"Apa nggak ada angkot nih..?"

"Kalau mau jadi selebritis, nggak boleh cengeng, manja! Ntar kalo banyak yang minta tanda tangan, banyak jadwal show 'kan kewalahan."

"Tapi ini bukan kerjaan selebitis, Fauziah. Ini kerjaan orang kampung sepertimu," ucap Sarah kesal.

Meski bernada kesal dan kelelahan, Sarah sebenarnya suka berpetualang seperti itu. Menelusuri jalan setapak berbatu yang diteduhi pepohonan. Keringat yang bercucuran, kering tertiup udara segar. Setelah menempuh tiga jam perjalanan, mata Sarah terbelalak melihat di tengah hutan lebat itu terdapat perkampungan yang rumah penduduknya terbuat dari rumah kayu yang sudah sangat lapuk.

"Aku hampir tiap hari kesini."

"Untuk.......?" Pertanyaan Sarah terhenti melihat seorang bocah kurus tanpa balutan baju,mendekati Fauziah. Setelah menyalami Fauziah, bocah itu berlari dan berteriak. Hampir seluruh warga kampung keluar dari rumah dan menyalami Fauziah.

"Mereka mengenalmu..?"

"Aku yang pertama kali mendapatkan mereka. Saat itu anak-anak mereka terkena busung lapar. Tinggal di daerah yang terisolasi, membuat mereka tak bisa bertindak apa-apa. Dia tahu anaknya lapar, tapi dia juga tahu tak ada yang bisa di panen dari kebunnya, setelah dilanda kemarau sepanjang tahun."

Sarah seperti terjaga dari mimpinya untuk menjadi model. Ternyata, terlalu mengada-ada, jika dia bermimpi untuk keliling dunia demi membagi kasih pada anak-anak kalaparan,penderita aids, seperti yang di lakukan para pemenang kontes kecantikan. Sementara di negrinya sendiri, dia tak pernah berbuat apa-apa.

"Selamat dari busung lapar, saat aku berhasil menjadi katalisator antara mereka dengan pemda. Kini beberapa di antara anak mereka terserang lumpuh layuh."

Kelumpuhan itu seolah ikut menyerang persendian Sarah. Dia ingin berbuat sesuatu tapi tak tahu apa yang harus dilakukannya di tengah ketidak-berdayaan. Dalam hati, dia mencaci dirinya yang selama ini ingin berbuat baik setelah dirinya terkenal, tidak seperti Fauziah di kenal karena kebaikannya. Tanpa menunggu Fauziah melangkah duluan, dia mendekati seorang anak dalam gendongan ibunya.
Tatapan anak kecil itu hampa, mungkin seperti tatapannya saat dia tak punya harapan untuk menaklukan papanya memberi restu ikut pemilihan model.

Tangan Sarah terulur untuk mengambil anak itu dari gendongan ibunya. Dia ingin sekali memeluknya, tapi anak kecil itu menggeleng. Sarah tak patah arang. Dia akan memeluknya dengan cara lain; Memanggilkan tim kesehatan untuk berkunjung ke kampung yang terpencil itu.
Sarah jadi tak ingin pulang. Kemegahan saoraja terlupakan.... Perselisihan dengan mama dan papanya, ingin jadi selebritis. Ingin berbuat baik sebaiknya di mulai dengan orang-orang terdekat,dari hal-hal yang terkecil! Dan seharusnya tidak digembor gemborkan apalagi dijadikan ajang mencari sensasi.


"Sebaik-baik manusia diantaramu adalah yang paling banyak manfaatnya bagi orang lain"

Thursday, November 17, 2005

Cinta Tak Pernah Hilang

Kata orang, lebih baik pernah mencintai dan kehilangan cinta daripada tak pernah mencintai sama sekali.
Kata-kata itu tak akan bisa menghibur Mike Sanders. la baru saja diputuskan pacarnya. Tentu saja si pacarnya itu tidak mengatakan segamblang itu. la berkata, "Aku benar benar menyukaimu, Mike, dan aku ingin kita bisa tetap berteman." Bagus, pikir Mike. Tetap berteman. Kau, aku, dan pacar barumu bisa nonton bersama.

Mike dan Angie sudah pacaran sejak kelas tiga SMP Tapi, pada musim panas ini ia naksir pemuda lain. Sekarang, saat Mike sudah di kelas tiga SMU, ia merasa kesepian. Selama tiga tahun mereka mempunyai teman-teman yang sama dan menghabiskan waktu di tempat nongkrong yang sama. Pergi lagi ke tempat itu tanpa Angie membuatnya merasa-hm, hampa.

Latihan football biasanya bisa membantunya melupakan masalahnya. Para pelatih selalu menyuruh peserta latihan berlari sedemikian rupa sehingga mereka merasa sangat kelelahan dan tak punya waktu lagi untuk memikirkan hal lain. Tapi, belakangan ini, pikiran Mike tidak tercurah pada latihan. Suatu hari ia kena batunya. la tak mampu menangkap lemparan bola yang biasanya mudah baginya, dan ia membiarkan dirinya dijatuhkan lawan yang biasanya tak mampu menjatuhkannya.

Mike tahu bahwa jangan sampai dibentak lebih dari sekali oleh pelatihnya. jadi, ia berusaha keras agar tidak dijatuhkan lawan lagi sampai latihan usai. Saat ia berlari hendak meninggalkan lapangan, ia diminta melapor ke kantor pelatih. "Cewek, keluarga, atau sekolah: yang mana yang meresahkan hatimu, Mike?" tanya pelatihnya.

"Cewek," sahut Mike, "Bagaimana Anda bisa tahu?"

"Sanders, aku sudah menjadi pelatih football sejak sebelum kau lahir. Dan setiap kali ada pemainku yang hebat bermain kacau, pastilah salah satu dari ketiga alasan tadi yang menjadi penyebabnya."

Mike mengangguk. "Maaf, Pak. Aku tidak akan mengulanginya lagi."

Pelatih menepuk bahunya. "Tahun ini tahun yang menentukan bagimu, Mike. Tak ada alasan yang bisa menghalangimu diterima di perguruan tinggi pilihanmu. Tapi, kau harus ingat. Kau harus memusatkan perhatian pada hal-hal yang benar-benar penting. Yang lainnya akan beres dengan sendirinya."

Mike tahu pelatihnya benar. Ia harus merelakan Angie dan meneruskan hidupnya. Tapi ia tetap merasa terluka, dan terkhianati. "Aku merasa sangat geram, Pak. Aku mempercayainya. Aku selalu terbuka padanya. Aku menyerahkan segalanya baginya, tapi apa yang kudapat?"

Si pelatih mengambil selembar kertas dan bolpoin dari laci mejanya. "Itu pertanyaan yang bagus. Apa yang kaudapatkan?" Ia menyerahkan kertas dan bolpoin itu kepada mike dan berkata, "Ingat-ingat waktu yang kaulewatkan bersamanya, dan tuliskan sebanyak mungkin hal yang kaualami bersamanya, yang menyenangkan dan yang tak menyenangkan. Lalu, tuliskan hal-hal yang kaupelajari darinya dan yang ia pelajari dari dirimu. Aku beri waktu satu jam." Pelatih meninggalkan Mike sendirian.

Mike menjatuhkan diri duduk di kursi dan kenangan bersama Angie membanjiri ingatannya. Ia teringat saat pertama kali memberanikan diri untuk mengajaknya berkencan, dan betapa senang hatinya kala Angie bersedia pergi bersamanya. Kalau bukan karena dorongan Angie, Mike tak kan mencoba masuk tim football.

Lalu ia mengingat-ingat pertengkaran mereka. Ia memang tidak ingat semua alasan yang menyebabkan mereka bertengkar. Tapi, ia ingat bagaimana mereka menyelesaikan persoalan diantara mereka. Ia belajar berkomunikasi dan berkompromi. Ia juga ingat bagaimana mereka berbaikan kembali. Dan saat-saat seperti itu sangat disukainya.

Mike teringat saat-saat Angie membuatnya merasa kuat, dibutuhkan, dan istimewa. la menulisi kertas itu dengan pengalaman mereka, liburan, perjalanan bersama keluarga masing-masing, dansa sekolah, dan piknik berdua saja. Sebaris demi sebaris la menuliskan pengalaman mereka berdua, dan ia menyadari bagaimana angie telah membantu membentuk hidupnya. ia akan menjadi pria yang lain tanpa angie.

Ketika pelatih kembali sejam kemudian, mike sudah tak ada di situ. tapi, mike meninggalkan catatan di mejanya. Bunyinya sederhana saja :

Pak,
Terima kasih atas pelajaran yang telah bapak berikan. Saya rasa memang benar kata orang bahwa bagaimanapun juga lebih baik pernah mencintai dan kehilangan cinta. Sampai jumpa di latihan nanti.

Friday, November 11, 2005

Nilai Seikat Kembang

Seorang pria turun dari sebuah mobil mewah yang diparkir di depan kuburan umum.

Pria itu berjalan menuju pos penjaga kuburan. Setelah memberi salam, pria yang ternyata adalah sopir itu berkata, "Pak, maukah Anda menemui Perempuan yang ada di mobil itu? Tolonglah Pak, karena para dokter mengatakan sebentar lagi ia akan meninggal!"

Penjaga kuburan itu menganggukkan kepalanya tanda setuju dan ia segera berjalan di belakang sopir itu.

Seorang Perempuan lemah dan berwajah sedih membuka pintu mobilnya dan berusaha tersenyum kepada penjaga kuburan itu sambil berkata, "Saya Ny. Steven. Saya yang selama ini mengirim uang setiap dua minggu sekali kepada Anda. Saya mengirim uang itu agar Anda dapat membeli seikat kembang dan menaruhnya di atas makam anak saya. Saya datang untuk berterima kasih atas kesediaan dan kebaikan hati Anda. Saya ingin memanfaatkan sisa hidup saya untuk berterima kasih kepada orang-orang yang telah menolong saya."

"O, jadi Nyonya yang selalu mengirim uang itu? Nyonya, sebelumnya saya minta maaf kepada Anda. Memang uang yang Nyonya kirimkan itu selalu saya belikan kembang, tetapi saya tidak pernah menaruh kembang itu di pusara anak Anda." jawab pria itu.

"Apa, maaf?" tanya wanita itu dengan gusar.

"Ya, Nyonya. Saya tidak menaruh kembang itu di sana, karena menurut saya orang mati tidak akan pernah melihat keindahan seikat kembang.Karena itu setiap kembang yang saya beli, saya berikan kepada mereka yang ada di rumah sakit, orang miskin yang saya jumpai, atau mereka yang sedang bersedih. Orang-orang yang demikian masih hidup, sehingga mereka dapat menikmati keindahan dan keharuman kembang-kembang itu, Nyonya," jawab pria itu.

Wanita itu terdiam, kemudian ia mengisyaratkan agar sopirnya segera pergi.

Tiga bulan kemudian, seorang wanita cantik turun dari mobilnya dan berjalan dengan anggun ke arah pos penjaga kuburan. "Selamat pagi. Apakah Anda masih ingat saya? Saya Ny. Steven. Saya datang untuk berterima kasih atas nasihat yang Anda berikan beberapa bulan yang lalu. Anda benar bahwa memperhatikan dan membahagiakan mereka yang masih hidup jauh lebih berguna daripada meratapi mereka yang sudah meninggal.
Ketika saya secara langsung mengantarkan kembang-kembang itu ke rumah sakit atau panti jompo, kembang-kembang itu tidak hanya membuat mereka bahagia, tetapi saya juga turut bahagia.
Sampai saat ini para dokter tidak tahu mengapa saya bisa sembuh, tetapi saya benar-benar yakin bahwa sukacita dan pengharapan adalah obat yang memulihkan saya!"

Jangan pernah mengasihani diri sendiri, karena mengasihani diri sendiri akan membuat kita terperangkap di kubangan kesedihan. Ada prinsip yang mungkin kita tahu, tetapi sering kita lupakan, yaitu dengan menolong orang lain sesungguhnya kita menolong diri sendiri.

Wednesday, November 09, 2005

If I Knew

If I knew it would be the last time
that I'd see you fall asleep,
I would tuck you in more tightly,
and pray the Lord, your soul to keep.

If I knew it would be the last time
that I see you walk out the door,
I would give you a hug and kiss
and call you back for one more.

If I knew it would be the last time
I'd hear your voice lifted up in praise,
I would video tape each action and word,
so I could play them back day after day.

If I knew it would be the last time,
I could spare an extra minute
to stop and say "I love you,"
instead of assuming you would KNOW I do.


If I knew it would be the last time
I would be there to share your day,
Well I'm sure you'll have so many more,
so I can let just this one slip away.

For surely there's always tomorrow
to make up for an oversight,
and we always get a second chance
to make everything just right.

There will always be another day
to say "I love you,"
And certainly there's another chance
to say our "Anything I can do?"

But just in case I might be wrong,
and today is all I get,
I'd like to say how much I love you
and I hope we never forget.

Tomorrow is not promised to anyone,
young or old alike,
And today may be the last chance
you get to hold your loved one tight.

So if you're waiting for tomorrow,
why not do it today?
For if tomorrow never comes,
you'll surely regret the day,

That you didn't take that extra time
for a smile, a hug, or a kiss
and you were too busy to grant someone,
what turned out to be their one last wish.

O hold your loved ones close today,
and whisper in their ear,
Tell them how much you love them
and that you'll always hold them dear

Take time to say "I'm sorry,"
"Please forgive me," "Thank you," or "It's okay."
And if tomorrow never comes,
you'll have no regrets about today.

Monday, November 07, 2005

Kehidupan yang Berarti

Berapa umur anda saat ini?

25 tahun, 35 tahun, 45 tahun atau bahkan 60 tahun...

Berapa lama anda telah melalui kehidupan anda?

Berapa lama lagi sisa waktu anda untuk menjalani kehidupan?

Tidak ada seorang pun yang tahu kapan kita mengakhiri hidup ini.

Matahari terbit dan kokok ayam menandakan pagi telah tiba. Waktu untuk kita bersiap melakukan aktivitas, sebagai karyawan, sebagai pelajar, sebagai seorang profesional, dll.

Kita memulai hari yang baru. Macetnya jalan membuat kita semakin tegang menjalani hidup. Terlambat sampai di kantor, itu hal biasa. Pekerjaan menumpuk, tugas dari boss yang membuat kepala pusing, sikap anak buah yang tidak memuaskan, dan banyak problematika pekerjaan harus kita hadapi di kantor.

Tak terasa, siang menjemput..." Waktunya istirahat..makan-makan.." Perut lapar, membuat manusia sulit berpikir. Otak serasa buntu. Pekerjaan menjadi semakin berat untuk diselesaikan. Matahari sudah berada tepat diatas kepala. Panas betul hari ini...

Akhirnya jam istirahat selesai, waktunya kembali bekerja...Perut kenyang, bisa jadi kita bukannya semangat bekerja malah ngantuk. Aduh tapi pekerjaan kok masih banyak yang belum selesai. Mulai lagi kita kerja, kerja dan terus bekerja sampai akhirnya terlihat di sebelah barat...

Matahari telah tersenyum seraya mengucapkan selamat berpisah. Gelap mulai menjemput. Lelah sekali hari ini. Sekarang jalanan macet. Kapan saya sampai di rumah. Badan pegal sekali, dan badan rasanya lengket. Nikmat nya air hangat saat mandi nanti. Segar segar...

Ada yang memacu kendaraan dengan cepat supaya sampai di rumah segera, dan ada yang berlarian mengejar bis kota bergegas ingin sampai di rumah. Dinamis sekali kehidupan ini.

Waktunya makan malam tiba. Sang istri atau mungkin Ibu kita telah menyiapkan makanan kesukaan kita. "Ohh..ada sop ayam" . "Wah soto daging buatan ibu memang enak sekali". Suami memuji masakan istrinya, atau anak memuji masakan Ibunya. Itu juga kan yang sering kita lakukan.

..Selesai makan, bersantai sambil nonton TV. Tak terasa heningnya malam telah tiba. Lelah menjalankan aktivitas hari ini, membuat kita tidur dengan lelap. Terlelap sampai akhirnya pagi kembali menjemput dan mulailah hari yang baru lagi.

Kehidupan..ya seperti itu lah kehidupan di mata sebagian besar orang. Bangun, mandi, bekerja, makan, dan tidur adalah kehidupan. Jika pandangan kita tentang arti kehidupan sebatas itu, mungkin kita tidak ada bedanya dengan hewan yang puas dengan bisa bernapas, makan, minum, melakukan kegiatan rutin, tidur. Siang atau malam adalah sama. Hanya rutinitas...sampai akhirnya maut menjemput.

Memang itu adalah kehidupan tetapi bukan kehidupan dalam arti yang luas. Sebagai manusia jelas kita memiliki perbedaan dalam menjalankan kehidupan.

Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa .. Kehidupan adalah ... dll.

Begitu banyak Kehidupan yang bisa kita jalani.

Berapa tahun anda telah melalui kehidupan anda ?

Berapa tahun anda telah menjalani kehidupan rutinitas anda ?

Akankah sisa waktu anda sebelum ajal menjemput hanya anda korbankan untuk sebuah rutinitas belaka ?

Kita tidak tahu kapan ajal akan menjemput, mungkin 5 tahun lagi, mungkin 1 tahun lagi, mungkin sebulan lagi, mungkin besok, atau mungkin 1 menit lagi.

Hanya Tuhanlah yang tahu...

Pandanglah di sekeliling kita...ada segelintir orang yang membutuhkan kita. Mereka menanti kehadiran kita. Mereka menanti dukungan kita. Orang tua, saudara, pasangan, anak, sahabat dan sesama......

Selamat menjalani hidup yang lebih berkualitas….

Tuesday, October 18, 2005

This is what Oprah has to say about men...

If a man wants you, nothing can keep him away.

If he doesn't want you, nothing can make him stay.

Stop making excuses for a man and his behaviour. Allow your intuition
(or spirit) to save you from heartache.
Stop trying to change yourself for a relationship that's not meant to
be.
Slower is better.

Never live your life for a man before you find what makes you truly
happy.

If a relationship ends because the man was not treating you as you
deserve then heck no, you can't "be friends". A friend wouldn't
mistreat a friend. Don't settle.

If you feel like he is stringing you along, then he probably is.
Don't stay because you think "it will get better." You'll be mad at
yourself a year later for staying when things are not better.

The only person you can control in a relationship is you.

Avoid men who've got a bunch of children by a bunch of different women.
He didn't marry them when he got them pregnant, why would he treat you
any differently?

Always have your own set of friends separate from his.
Maintain boundaries in how a guy treats you. If something bothers you,
speak up.

Never let a man know everything.* He will use it against you later.

You cannot change a man's behaviour.* Change comes from within.

Don't EVER make him feel he is more important than you are... even if he
has more education or in a better job. Do not make him into a quasi-god.

He is a man, nothing more nothing less.

Never let a man define who you are.

Never borrow someone else's man.

If he cheated with you, he'll cheat on you.

A man will only treat you the way you ALLOW him to treat you.

All men are NOT dogs.

You should not be the one doing all the bending...compromise is a two
Way street.

You need time to heal between relationships...there is nothing cute
about baggage... deal with your issues before pursuing a new
relationship

You should never look for someone to COMPLETE you...a relationship
consists of two WHOLE individuals...look for someone complimentary...not
supplementary.

Dating is fun...even if he doesn't turn out to be Mr. Right.

Make him miss you sometimes...when a man always know where you are, and
you're always readily available to him - he takes it for granted. -
Isn't this TRUE!!!!!

Never move into his mother's house.

Never co-sign for a man.

Don't fully commit to a man who doesn't give you everything that you
need.* Keep him in your radar but get to know others.

Share this with other women... You'll make someone smile, another
rethink her choices, and another prepare.

Friday, October 14, 2005

Sarah

Blue Ribbon against Child Abuse,
passes it on please



Sarah

My name is Sarah
I am but three,
My eyes are swollen
I cannot see,

I must be stupid,
I must be bad,
What else could have made
My daddy so mad?

I wish I were better,
I wish I weren't ugly,
Then maybe my Mommy
Would still want to hug me.

I can't speak at all,
I can't do a wrong
Or else I'm locked up
All the day long.

When I awake I'm all alone
The house is dark
My folks aren't home.

When my Mommy does come
I'll try and be nice,
So maybe I'll get just
One whipping tonight.

Don't make a sound!
I just heard a car
My daddy is back
From Charlie's Bar.

I hear him curse
My name he calls
I press myself
Against the wall.

I try and hide
From his evil eyes
I'm so afraid now
I'm starting to cry.

He finds me weeping
He shouts ugly words,
He says its my fault
That he suffers at work.

He slaps me and hits me
And yells at me more,
I finally get free
And I run for the door.

He's already locked it
And I start to bawl,
He takes me and throws me
Against the hard wall.

I fall to the floor
With my bones nearly broken,
And my daddy continues
With more bad words spoken.

"I'm sorry!", I scream
But its now much too late
His face has been twisted
Into unimaginable hate.

The hurt and the pain
Again and again
Oh please God, have mercy!
Oh please let it end!

And he finally stops
And heads for the door,
While I lay there motionless
Sprawled on the floor.

My name is Sarah
And I am but three,
Tonight my daddy
Murdered me.

There are thousands of kids out there just like Sarah. And you can help.

It sickens me to my soul, to read the above poem.

So all I am asking you to do is take some time to send this on and acknowledge that this stuff does happen, and that people like her dad do live in our society, and pray for child abuse to wither out and die, but also pray for the safety of our youth.

Please pass this poem on as a Blue Ribbon Against Child Abuse because as crazy as it might sound, it might just indirectly change a life. Hey, you NEVER know

Thursday, October 13, 2005

Kegunaan Coca Cola dan Pepsi dalam kehidupan Sehari-hari

Kegunaan CoCa CoLa dan PePsi Untuk dicermati:

Untuk Membersihkan toilet:
Tuangkan sekaleng coca cola/pepsi kedalam toilet, tunggu sejam, kemudian siram sampai bersih.
Asam sitric dalam coca cola menghilangkan noda-noda dari keramik.

Untuk membersihkan karburator :
Panaskan mesin 15-30 menit. Dinginkan mesin, setelah itu buang air karburator.
Anda akan melihat karat yang rontok bersama air tersebut.

Untuk menghilangkan titik-titik karat dari bumper, dan Chrome Mobil :
Gosok bumper dengan gumpalan alumunium foil yang direndam dalam coca-cola.

Untuk membersihkan korosi dari terminal aki mobil :
Tuangkan sekaleng coca-cola diatas terminal aki untuk membersihkan korosi.

Untuk melonggarkan baut yang berkarat :
Gosokkan kain yang direndam dalam coca-cola pada baut yang berkarat.

Untuk menghilangkan noda-noda lemak pada pakaian :
Tuangkan sekaleng coca-cola kedalam tumpukan cucian yang bernoda lemak, tambahkan detergent, dan putar dengan putaran normal.
Coca-cola/pepsi akan menolong menghilangkan noda lemak

coca-cola juga membersihkan kabut pada kaca depan mobil.

Kita minum coca-cola/pepsi! Tentu saja juga untuk membersihkan system kita. Lagi pula kita semua membayar untuk itu.

Untuk perhatian kita
PH rata-rata dari soft drink, 3.l coca-cola & pepsi 3.4. tingkat keasaman ini cukup kuat untuk melarutkan gigi dan tulang!

Tubuh kita berhenti menumbuhkan tulang pada usia sekitar 30 th. Setelah itu tulang akan larut setiap tahun melalui urine tergantung dari tingkat keasaman makanan yang masuk.
Semua calsium yang larut berkumpul didalam arteri, urat nadi, kulit, urat daging dan organ, yang mempengaruhi fungsi ginjal dalam membantu pembentukan batu ginjal.

Soft drink tidak punya nilai gizi (dalam hal vitamin & mineral). Mereka punya kandungan gula yang lebih tinggi, lebih asam dan banyak zat aditif seperti pengawet dan pewarna.
Sementara orang suka meminum soft drink dingin setelah makan, coba tebak apa akibatnya?
Tubuh kita mempunyai suhu optimum 37 Derajat supaya enzim pencernaan berfungsi.
Suhu dari soft drink dingin jauh dibawah 37, terkadang mendekati 0. hal ini mengurangi keefektivan dari enzim dan memberi tekanan pada system pencernaan kita, mencerna lebih sedikit makanan. Bahkan makanan tersebut difermentasi.
Makanan yang difermentasikan menghasilkan bau, gas, sisa busuk dan racun, yang diserap oleh usus, diedarkan oleh darah keseluruh tubuh.

Penyebaran racun ini mengakibatkan pembentukan macam-macam penyakit.
Beberapa contoh 2 bulan lalu, ada sebuah kompetisi di universitas Delhi : "Siapa dapat minum coca-cola paling banyak?"
Pemenangnya
meminum 8 botol dan mati seketika karena kelebihan karbondioksida dalam darah dan kekurangan oksigen.
Setelah itu, Rektor melarang semua soft drink di semua kantin universitas.

Seseorang menaruh gigi patah didalam botol pepsi, dan dalam 10 hari gigi tersebut melarut!! Padahal Gigi dan tulang adalah satu-satunya organ manusia tetap utuh selama tahunan setelah manusia mati.

Bayangkan apa yang minuman tersebut pasti lakukan pada usus dan lapisan perut kita yang halus!

Monday, October 10, 2005

Saat-saat pada kehidupan kita...

Hal yang sangat menyedihkan adalah saat kau jujur pada temanmu, dia berdusta padamu. Saat dia telah berjanji padamu, dia mengingkarinya. Saat kau memberikan perhatian, dia tidak menghargainya.

Hal yang sangat menyakitkan adalah saat kau mengirimkan e-mail pada temanmu, dia menghapus tanpa membacanya. Saat kau membutuhkan jawaban dari e-mailmu, dia tidak menjawab dan mengacuhkannya.

Saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu. Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintamu. Saat dia yang kau sayangi tiba2 mengirimkan kartu undangan pernikahannya.

Hal yang sangat mengecewakan adalah kau dibutuhkan hanya pada saat dia dalam kesulitan. Saat kau bersikap ramah, dia terkadang bersikap sinis padamu. Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu.

Jangan pernah menyesali atas apa yang terjadi padamu. Sebenarnya hal-hal yang kau alami sedang mengajarimu. Saat temanmu berdusta padamu atau tidak menepati janjinya padamu atau dia tidak menghargai perhatian yang kau berikan. sebenarnya ia telah mengajarimu agar kau tidak berprilaku seperti dia.

Saat temanmu menghapus e-mail yang kau kirim sebelum membacanya atau saat bertemu dengannya dan ingin menyapa, dia pura2 tidak melihatmu.

Sebenarnya dia telah mengajarkanmu agar tidak berprasangka buruk & selalu berpikiran positif bahwa mungkin saja dia pernah membaca e-mail yang kau kirim atau mungkin saja dia tidak melihatmu.

Dan saat dia tidak menjawab e-mailmu. sebenarnya dia telah mengajarkanmu untuk menjawab e-mail temanmu yang membutuhkan jawaban walaupun kau sedang sibuk dan jika kau tidak bisa menjawabnya katakan kalau kau belum bisa menjawabnya jangan biarkan e-mailnya tanpa jawaban karena mungkin dia sedang menunggu jawabanmu.

Saat kau mencintainya dengan tulus tapi dia tidak mencintaimu atau dia yang kau sayangi tiba2 mengirimkan kartu undangan pernikahannya. sebenarnya sedang mengajarimu untuk menerima takdirNya.

Saat kau bersikap ramah tapi dia terkadang bersikap sinis padamu. sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk selalu bersikap ramah pada siapapun.

Saat kau butuh dia untuk berbagi cerita, dia berusaha untuk menghindarimu. sebenarnya dia sedang mengajarimu untuk menjadi seorang teman yang bisa diajak berbagi cerita, mau mendengarkan keluhan temanmu dan membantunya.

Bila kau dibutuhkan hanya pada saat dia sedang dalam kesulitan. Sebenarnya juga telah mengajarimu untuk menjadi orang yang arif & santun, kau telah membantunya saat dia dalam kesulitan.

Begitu banyak hal yang tidak menyenangkan yang sering kau alami atau bertemu dengan orang2 yang menjengkelkan, egois dan sikap yang tidak mengenakkan.

Dan betapa tidak menyenangkan menjadi orang yang dikecewakan, disakiti, tidak dipedulikan/dicuekin, tidak dihargai, atau bahkan mungkin dicaci dan dihina. Sebenarnya orang2 tsb. sedang mengajarimu untuk melatih membersihkan hati & jiwa, melatih untuk menjadi orang yang sabar dan mengajarimu untuk tidak berprilaku seperti itu.

Mungkin Tuhan menginginkan kau bertemu orang dengan berbagai macam karakter yang tidak menyenangkan sebelum kau bertemu dengan orang yang menyenangkan dalam kehidupanmu dan kau harus mengerti bagaimana berterimakasih atas karunia itu yang telah mengajarkan sesuatu yang paling berharga dalam hidupmu.

Thursday, September 29, 2005

Cinta : antara Hati dan Pikiran

*Bacaan menjelang Ramadhan. Minal aidzin Wal Faidzin, Mohon maaf lahir dan batin*

Cinta dan perasaan adalah lautan yang sangat luas sekali, oleh karena itu orang dapat memahaminya dari sudut manapun ia suka, begitu juga dengan pacaran, karena pacaran menurut pekembangan dewasa ini juga bagian dari cinta, tapi islam punya karakter tersendiri dalam memahaminya, kalau cinta yang kita pahami adalah seperti yang digariskan oleh syariat, maka itu tidak dilarang. lantas bagaiamana perbedaan cinta kepada Allah, kepada Rasul dan kepada manusia?.

Berikut tahapan pemahaman cinta menurut islam :

1. Cinta pada Allah memang harus dibedakan, cinta kepada Allah adalah pengorbanan, pengobanan akan terjadi jika ada kesatuan antara hati dan pikiran, cinta kepada rasul adalah mengikuti sunnahnya, sedang inti dari mengikuti adalah kepercayaan, cinta sesama manusia adalah saling menyayangi dan saling mengasihi, sedang inti dari rasa saling adalah kesamaan.

Manusia diberi hati oleh Allah, hati itu adalah hak Allah, Allah akan merasa cemburu dan marah jika dihati manusia itu ada yang lain, itulah yang disebut Allah dengan syirik kepadaNya, dosa yang tentu tidak ada ampunan dari Allah.

Tapi Allah juga memberi manusia pikiran, pikiran itu dianugrahkan kepada manusia, oleh karena itu sabda Rasul: "tidak sempurna iman seorang muslim kalau dia belum mencintai saudaranya seperti dia mencintai dirinya sendiri". cinta disini adalah rasa saling menyayangi dan saling mengasihi tersebut tentunya. Jadi cinta kepada makhluk adalah memikirkannya dan atau merasakannya.

2. Punya cita-cita Cita-cita suci yang ditunggu oleh setiap orang tua, boleh? mengapa tidak? malahan islam menganjurkan untuk menikah dengan terlebih dahulu berta'aruf (berkenalan), kadang kita berfikir masih terlalu dini untuk memikirkannya, tapi Allah berfirman: " hendaklah manusia itu memikirkan apa yang akan terjadi padanya besok" (faltandhur ma qaddamat lighad), besok bukan hanya hari sesudah hari ini, bulan depan, tahun depan, dan sepuluh tahun yang akan datang juga besok kan?.

Mengutip tulisan menurut seorang mufti besar Islam kontemporer Yusuf Qardhawi, dalam al fatawa jilid satu hal 625 edisi indonesia:

ia mengatakan: "sesungguhnya cinta mempunyai permulaan yang dapat dikuasai oleh yang mukallaf. Memandang, bercakap-cakap, menyampaikan salam, saling berkunjung, berkirim-kiriman surat dan bertemu, semuanya merupakan hal-hal yang berada dalam kemampuan seseorang untuk melakukan atau meninggalkannya, semua itu merupakan muaqaddimah atau permulaan rasa cinta".

3. Menjaga batasan syari'at. kalau ta'aruf dibiarkan begitu saja, tanpa terpisahnya antara hawa nafsunya dari kemauan buruknya, TANPA dan TIDAK dikendalikan oleh taqwa, maka ia akan mengalami pemerosotan aqidah, karena dalam hal cinta akan sangat mudah dipengaruhi oleh pikiran-pikiran setan yang tetap sedia menanti kesempatan lengah dari pelaku cinta ini, maka harus sangat hati-hati, karena kalau tidak maka ia akan makin berkubang dalam penyimpangannya dan tenggelam dalam urusannya, sehingga melupakan hak Allah sebagai pencipta cinta ini.

Ketika nafsu sudah makin bertaut sedemikian hingga dengan perasaan dan sebagainya, maka akan sulit untuk meninggalkannya, dan apabila dia sudah berada dalam kondisi yang dia tidak sanggup lagi mengendalikannya, maka dia sendirilah yang membawa dirinya dalam posisi yang sulit, hingga tak mampu lagi untuk keluar dengan bersih lagi. adalah sangat wajar kalau mayoritas ulama mengharamkan cinta kepada yang tidak haq, karena begitu berat dan besarnya tanggung jawab yang dipikul, kesudahan yang mengerikan sekaligus menakutkan. sehingga bukan kebahagiaan yang kita akan dapatkan malahan penderitaan yang berkepanjangan.

Namun tantangan zaman memang demikian beratnya, sehingga seorang muslim dituntut untuk lebih memperkuat ketahanan ruhiyah dan lebih memperkaya khazanah keilmuannya, serta pengetahuannya terhadap hakikat keislaman.

Begitu rasionalnya islam mengatur, adalah untuk menjaga hak dan kewajiban masing-masing manusia, karena setiap manusia memiliki hak dan kewajiban yang sama, yang membedakan disisi Allah adalah kadar keimanan dan ketaqwaan manusia itu kepada Allah SWT. Maka apakah yang kita ragukan?



*** (hidup ini hanya sekali, maka janganlah disia-siakan. Mari kita kembali kepada niat yang baik InsyaAlloh akan mendapatkan yang baik pula.....Amien)

Tuesday, September 27, 2005

Belajar mendengarkan

Anda pasti tahu bagaimana rasanya menerima telepon di tengah malam. Tapi, malam itu semuanya terasa berbeda. Aku terlonjak dari tidurku ketika telepon di samping tempat tidur berdering-dering. Aku berusaha melihat jam beker dalam gelap. Cahaya illuminasi dari jam itu menunjukkan tepat tengah malam. Dengan panik aku segera mengangkat gagang telepon.

"Hallo?" dadaku berdegub-degub kencang. Aku memegang gagang telepon itu erat-erat. Kini suamiku terbangun dan menatap wajahku lekat-lekat.

"Mama?" terdengar suara di seberang sana.

Aku masih bisa mendengar bisikannya di tengah-tengah dengung telepon. Pikiranku langsung tertuju pada anak gadisku. Ketika suara itu semakin jelas, aku meraih dan menarik-narik pergelangan tangan suamiku.

"Mama, aku tahu ini sudah larut malam. Tapi jangan... jangan berkata apa-apa dahulu sampai aku selesai bicara. Dan, sebelum mama menanyai aku macam-macam, ya aku mengaku ma. Malam ini aku mabuk. Beberapa hari ini aku lari dari rumah, dan..."

Aku tercekat. Nafasku tersenggal-senggal. Aku lepaskan cengkeraman pada suamiku dan menekan kepalaku keras-keras. Kantuk masih mengaburkan pikiranku. Dan, aku berusaha agar tidak panik. Ada sesuatu yang tidak beres.

"...Dan aku takut sekali. Yang ada dalam pikiranku bagaimana aku telah melukai hati mama. Aku tak mau mati di sini. Aku ingin pulang. Aku tahu tindakanku lari dari rumah adalah salah. Aku tahu mama benar-benar cemas dan sedih. Sebenarnya aku bermaksud menelepon mama beberapa hari yang lalu,
tapi aku takut... takut..."

Ia menangis tersedan-sedan. Sengguknya benar-benar membuat hatiku iba. Terbayang aku akan wajah anak gadisku. Pikiranku mulai jernih, "Begini..."

"Jangan ma, jangan bicara apa-apa. Biarkan aku selesai bicara." ia meminta. Ia tampak putus asa.

Aku menahan diri dan berpikir apa yang harus aku katakan. Sebelum aku menemukan kata-kata yang tepat, ia melanjutkan, "Aku hamil ma. Aku tahu tak semestinya aku mabuk sekarang, tapi aku takut. Aku sungguh-sungguh takut!"

Tangis itu memecah lagi. Aku menggigit bibirku dan merasakan pelupuk mataku mulai basah. Aku melihat pada suamiku yang bertanya perlahan, "Siapa itu?"

Aku menggeleng-gelengkan kepala. Dan ketika aku tidak menjawab pertanyaannya, ia meloncat meninggalkan kamar dan segera kembali sambil membawa telepon portable. Ia mengangkat telepon portable yang tersambung pararel dengan teleponku. Terdengar bunyi klik.

Lalu suara tangis suara di seberang sana terhenti dan bertanya, "Mama, apakah mama masih ada di sana? Jangan tutup teleponnya ma. Aku benar-benar membutuhkan mama sekarang. Aku merasa kesepian."

Aku menggenggam erat gagang telepon dan menatap suamiku, meminta pertimbangannya. "Mama masih ada di sini. Mama tidak akan menutup telepon," kataku.

"Semestinya aku sudah bilang pada mama. Tapi bila kita bicara, mama hanya menyuruhku mendengarkan nasehat mama. Selama ini mamalah yang selalu berbicara. Sebenarnya aku ingin bicara pada mama, tetapi mama tak mau mendengarkan. Mama tak pernah mau mendengarkan perasaanku. Mungkin mama anggap perasaanku tidaklah penting. Atau mungkin mama pikir mama punya semua jawaban atas persoalanku. Tapi terkadang aku tak membutuhkan nasehat mama. Aku hanya ingin mama mau mendengarkan aku."

Aku menelan ludahku yang tercekat di kerongkongan. Pandanganku tertuju pada pamflet "Bagaimana Berbicara Pada Anak Anda" yang tergeletak di sisi tempat tidurku.

"Mama mendengarkanmu," aku berbisik.

"Tahukah mama, sekarang aku mulai cemas memikirkan bayi yang ada di perutku dan bagaimana aku bisa merawatnya. Aku ingin pulang. Aku sudah panggil taxi. Aku mau pulang sekarang."

"Itu baik sayang," kataku sambil menghembuskan nafas yang meringankan dadaku. Suamiku duduk mendekat padaku. Ia meremas jemariku dengan jemarinya.

"Tapi ma, sebenarnya aku bermaksud pulang dengan menyetir sendiri mobil sendiri."

"Jangan," cegahku. Ototku mengencang dan aku mengeratkan genggaman tangan suamiku. "Jangan. Tunggu sampai taxinya datang. Jangan tutup telepon ini sampai taxi itu datang."

"Aku hanya ingin pulang ke rumah, mama."

"Mama tahu. Tapi, tunggulah sampai taxi datang. Lakukan itu untuk mamamu."

Lalu aku mendengar senyap di sana. Ketika aku tak mendengar suaranya, aku gigit bibir dan memejamkan mata. Bagaimana pun aku harus mencegahnya mengemudikan mobil itu sendiri.

"Nah, itu taxinya datang."

Lalu aku dengar suara taxi berderum di sana. Hatiku terasa lega.

"Aku pulang ma," katanya untuk terakhir kali. Lalu ia tutup telepon itu.
Air mata meleleh dari mataku. Aku berjalan keluar menuju kamar anak gadisku yang berusia 16 tahun. Suamiku menyusul dan memelukku dari belakang. Dagunya ditaruh di atas kepalaku.

Aku menghapus airmata dari pipiku. "Kita harus belajar mendengarkan," kataku pada suamiku.

Ia terdiam sejenak, dan bertanya, "Kau pikir, apakah gadis itu sadar kalau ia telah menelepon nomor yang salah?"

Aku melihat gadisku sedang tertidur nyenyak. Aku berkata pada suamiku, "Mungkin itu tadi bukan nomor yang salah."

"Ma? Pa? Apa yang terjadi?," terdengar gadisku menggeliat dari balik selimutnya.

Aku mendekati gadisku yang kini terduduk dalam gelap, "Kami baru saja belajar," jawabku.

"Belajar apa?" tanyanya. Lalu ia kembali berbaring dan matanya terpejam lagi.

"Mendengarkan," bisikku sambil mengusap pipinya.

Sumber: Unknown (Tidak Diketahui)

Thursday, September 22, 2005

Kesalahan

Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat2 sejati yang akan meninggalkan jejak di dalam hatimu. Untuk menangani dirimu, gunakan kepalamu, Tetapi untuk menangani orang lain, gunakan hatimu.

Kemarahan hanyalah satu kata yang dekat dengan bahaya.

Pikiran yang besar membicarakan ide-ide; Pikiran yang rata-rata membicarakan kejadian-kejadian; Dan pikiran yang kerdil membicarakan orang-orang.

Allah memberikan kepada setiap burung makanan mereka, tetapi Ia tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka.

Ia yang kehilangan uang, kehilangan banyak. Ia yang kehilangan seorang teman, kehilangan lebih banyak. Tetapi ia yang kehilangan keyakinan, kehilangan semuanya.

Orang-orang muda yang cantik adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang cantik adalah hasil karya seni.

Belajarlah dari kesalahan orang lain. Engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk mendapatkan semua itu dari dirimu sendiri.

Lidah praktis tidak berat sama sekali, tetapi hanya sedikit orang yang dapat memegangnya.

"Smart people learn from their own mistakes. Smarter people learn from the mistakes of others"