Search This Blog

Sunday, September 18, 2005

Story of Poor Family

One day a father of a very wealthy family took his son on a trip to the country with the firm purpose of showing him how poor people lived.
They spent a couple of days and nights on the farm, of what would be considered a very poor family.

On their return from their trip, the father asked his son, "How was the trip?"
"It was great, Dad."
"Did you see how poor people live?" asked the father.
The son answered: "I saw that we have one dog and they have four.
We have a pool that reaches to the middle of our garden; they have a creek that has no end.
We have imported lanterns in our garden; they have the stars at night.
Our patio reaches to the front yard, they have the whole horizon.
We have a small piece of land to live on; they have fields that go beyond their sight.
We have servants to serve us, but they serve others.
We buy our food, but they grow theirs.
We have walls around our property to protect us; they have friends to protect them.

The father was SPEECHLESS.
Then his son added, "Thanks, Dad, for showing me how poor we are!"

Isn't perspective a wonderful thing? Makes you wonder what would happen if we all gave thanks for everything we have, instead of worrying about what we don't have.

Appreciate every single thing you have, especially your friends.

Monday, September 12, 2005

A deep meaning for our life :

Suatu ketika, ada seorang pembicara memulai pidatonya dengan mengeluarkan selembar uang seratus ribu yang baru. Kemudian dia bertanya "Siapa di antara kamu yang mau uang ini?" Langsung saja pada mengangkat tangannya, banyak sekali.

Katanya lagi " Oke deh, ini akan saya berikan, tapi sebelumnya biar saya melakukan hal ini". Si pembicara meremas uang kertas seratus ribu itu, menjadi gulungan kecil yang kumal.
Kemudian dia buka lagi ke bentuk semula : lembaran seratus ribu, tapi sudah kumal sekali. Lalu dia bertanya " Siapa yang masih mau uang ini?" Tetap saja banyak yang angkat tangan, sebanyak yang tadi.

"Oke, akan saya kasih, tapi biarkan saya melakukan hal ini". Dia menjatuhkan lembaran uang itu ke lantai, terus diinjak-injak pakai sepatunya yang habis berjalan di tanah becek sampai nggak karuan bentuknya.
Dia tanya lagi" siapa yang masih mau?" Tangan-tangan masih saja terangkat. Masih sebanyak tadi.

"Nah, saudara-saudaraku, sebenarnya kita sudah mengambil satu nilai yang sangat berharga dari peristiwa tadi. Kamu semua masih mau uang ini walau bentuknya sudah nggak karuan lagi. Sudah jelek, kotor, kumal... tapi nilainya nggak berkurang : tetap seratus ribu rupiah.

Sama seperti kita. Walau kamu sudah jatuh, tertimpa tangga pula... atau kamu gagal, nggak berdaya, terhimpit, atau dalam keadaan apapun, kamu tetap nggak kehilangan nilaimu.....karena kamu begitu berharga. Jangan biarkan kekecewaan, ketakutanmu menghancurkan kamu, harapanmu, atau cita-citamu. Kamu akan selalu tetap berharga."

Sunday, September 11, 2005

Indahnya Persahabatan

Pernah ada anak lelaki dengan watak buruk. Ayahnya memberi dia sekantung penuh paku, dan menyuruh memaku satu batang paku dipagar pekarangan setiap kali dia kehilangan kesabarannya atau berselisih paham dengan orang lain.

Hari pertama dia memaku 37 batang di pagar.Pada minggu-minggu berikutnya dia belajar untuk menahan diri, dan jumlah paku yang dipakainya berkurang dari hari ke hari. Dia mendapatkan bahwa lebih gampang menahan diri daripada memaku di pagar.

Akhirnya tiba hari ketika dia tidak perlu lagi memaku sebatang paku pun dan dengan gembira disampaikannya hal itu kepada ayahnya. Ayahnya kemudian menyuruhnya mencabut sebatang paku dari pagar setiap hari bila dia berhasil menahan diri/bersabar.

Hari-hari berlalu dan akhirnya tiba harinya dia bisa menyampaikan kepada ayahnya bahwa semua paku sudah tercabut dari pagar. Sang ayah membawa anaknya ke pagar dan berkata:

Anakku, kamu sudah berlaku baik, tetapi coba lihat betapa banyak lubang yang ada dipagar. Pagar ini tidak akan kembali seperti semula. Kalau kamu berselisih paham atau bertengkar dengan orang lain, hal itu selalu meninggalkan luka seperti pada pagar. Kamu bisa menusukkan pisau di punggung orang dan mencabutnya kembali, tetapi akan meninggalkan luka. Tak peduli berapa kali kau meminta maaf/menyesal, lukanya tinggal. Luka melalui ucapan sama perihnya seperti luka fisik.

Kawan-kawan adalah perhiasan yang langka. Mereka membuatmu tertawa dan memberimu semangat. Mereka bersedia mendengarkan jika itu kau perlukan, mereka menunjang dan membuka hatimu.

Tunjukkanlah kepada teman- temanmu betapa kau menyukai mereka

"Keindahan persahabatan adalah bahwa kamu tahu kepada siapa kamu dapat mempercayakan rahasia."

(Alessandro Manzoni)

Tuesday, September 06, 2005

Cinta Sejati

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur?
Ketika kita menangis?
Ketika kita membayangkan?
Ketika kita berciuman?
Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT...
____
Kita semua agak aneh...dan hidup sendiri juga agak aneh....
Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita..
kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa
yang dinamakan C I N T A . .
_____
Ada hal-hal yang tidak ingin kita lepaskan.
Orang-orang yang tidak ingin kita tinggalkan . .
Tapi ingatlah...melepaskan BUKAN akhir dari dunia . .
melainkan awal suatu kehidupan baru . . .

_____
Apabila cinta tidak berhasil...BEBASKAN dirimu
Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas...
LAGI..
Ingatlah...bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya . .
tapi..ketika cinta itu mati . . .
kamu TIDAK perlu mati bersamanya . .

_____
Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang . .
MELAINKAN mereka yang tetap T E G A R ketika mereka jatuh
Entah bagaimana...dalam perjalanan kehidupan,
kamu belajar tentang dirimu sendiri . . .
dan menyadari . . bahwa penyesalan tidak seharusnya ada . . .
HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang telah kau
buat

_____

TEMAN SEJATI . . . mengerti ketika kamu berkata " A k u l u p a . ."
Menunggu selamanya ketika kamu berkata " T u n g g u s e b e n t a r "
Tetap tinggal ketika kamu berkata " T i n g g a l k a n a k u s e n d i r i
"
Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata " B o l e h k a h
s a y a m a s u k ?”

_____

MENCINTAI . . . BUKANlah bagaimana kamu melupakan . . .
melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN . .
BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan . . .
melainkan bagaimana kamu MENGERTI . . .
BUKANlah apa yang kamu lihat . . .
melainkan apa yang kamu RASAKAN . .
BUKANlah bagaimana kamu melepaskan . . .
melainkan bagaimana kamu BERTAHAN . . .

_____
Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati . .
Dibandingkan menangis tersedu2 . . .
Air mata yang keluar dapat dihapus .
sementara air mata yang tersembunyi ,
menggoreskan luka yang tidak akan pernah H I L A N G . . .

_____
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang . .
Tapi ketika CINTA itu T U L U S , meskipun kalah,
kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia . . .
dapat mencintai seseorang . .
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri . . .



_____
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita
MELAINKAN karena kita menyadari
bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya.

_____
Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia . .
jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar2 mencintai
MELAINKAN . BERJUANGLAH DEMI C I N T A M U ( " Fight For Your Dream" )

Itulah: C I N T A S E J A T I . . .
bukannya seperti: " Easy Come . . . Easy Go "
_____


Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan
DARIPADA berjalan bersama orang "yang tersedia"
Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai
DARIPADA orang yang berada di "sekelilingmu"
Lebih baik menunggu orang yang tepat
karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya
"seseorang"
_____

Kadang kala, orang yang kamu cintai
adalah orang yang PALING menyakiti hatimu
dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya
dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari.

Friday, September 02, 2005

About Life

Hidup bukan tentang mengumpulkan nilai
Bukan tentang siapa orang tuamu, atau dari keluarga mana kau berasal
Bukan tentang mainanmu, sepatumu, bajumu, atau uangmu
Bukan tentang tempat tinggalmu atau warna kulitmu
Bahkan bukan tentang nilai-nilai ujianmu, sekolahmu atau perguruan tinggi yang menerimamu atau yang tidak menerimamu

Bukan tentang pemuda atau gadis mana yang
menyukaimu
Juga bukan tentang siapa pacarmu, bekas pacarmu atau orang yang belum kau pacari
Hidup ini bukan tentang apakah kau memiliki
banyak teman, atau apakah kau diterima atau
tidak diterima oleh lingkunganmu


Hidup bukanlah tentang itu semua

Namun hidup ini adalah tentang siapa yang kau cintai dan kau sakiti
Tentang bagaimana perasaanmu tentang dirimu sendiri
Tentang kepercayaan, kebahagiaan dan welas asih
Hidup adalah tentang menghindari rasa cemburu, mengatasi rasa tak peduli dan membina kepercayaan
Tentang apa yang kau katakan dan yang kau maksudkan
Tentang menghargai orang apa adanya dan bukan karena apa yang dimilikinya
Dan yang terpenting, hidup ini adalah tentang memilih untuk menggunakan hidupmu untuk
menyentuh hidup orang lain dengan kasih

HIDUP adalah tentang pilihan-pilihan itu

Wednesday, August 24, 2005

Teman adalah hadiah dari Yang Di Atas buat kita.

Seperti hadiah, ada yang bungkusnya bagus dan ada yang bungkusnya jelek.

Yang bungkusnya bagus punya wajah rupawan, atau kepribadian yang menarik.
Yang bungkusnya jelek punya wajah biasa saja, atau
kepribadian yang biasa saja, atau malah menjengkelkan.

Seperti hadiah, ada yang isinya bagus dan ada yang isinya jelek.

Yang isinya bagus punya jiwa yang begitu indah
sehingga kita terpukau ketika berbagi rasa dengannya, ketika
kita tahan menghabiskan waktu berjam-jam saling
bercerita dan menghibur, menangis bersama, dan tertawa
bersama.. Kita mencintai dia dan dia mencintai kita.

Yang isinya buruk punya jiwa yang terluka.
Begitu dalam luka-lukanya sehingga jiwanya tidak
mampu lagi mencintai, justru karena ia tidak merasakan
cinta dalam hidupnya.

Sayangnya yang kita tangkap darinya seringkali justru sikap
penolakan, dendam, kebencian, iri hati, kesombongan, amarah, dll.
Kita tidak suka dengan jiwa-jiwa semacam ini dan mencoba
menghindar dari mereka.

Kita tidak tahu bahwa itu semua BUKANlah karena
mereka pada dasarnya buruk, tetapi ketidakmampuan jiwanya
memberikan cinta karena justru ia membutuhkan cinta
kita, membutuhkan empati kita, kesabaran dan keberanian
kita untuk mendengarkan luka-luka terdalam yang
memasung jiwanya.

Bagaimana bisa kita mengharapkan seseorang yang
terluka lututnya berlari bersama kita? Bagaimana bisa kita
mengajak seseorang yang takut air berenang bersama? <>Luka di lututnya dan ketakutan terhadap airlah yang mesti disembuhkan, bukan mencaci mereka karena
mereka tidak mau berlari atau berenang bersama kita. Mereka
tidak akan bilang bahwa "lutut" mereka luka atau
mereka takut air", mereka akan bilang bahwa mereka tidak
suka berlari atau mereka akan bilang berenang itu membosankan dll.

It's a defense mechanism. Itulah cara mereka mempertahankan diri.

Mereka tidak akan bilang:
Aku tidak bisa menari"
Aku membutuhkan kamu"
Aku kesepian"
Aku butuh diterima"
Aku ingin didengarkan"

Mereka akan bilang:
"Menari itu tidak menarik."
"Tidak ada yang cocok denganku."
"Teman-temanku sudah lulus semua"
"Aku ini buruk, siapa yang bakal tahan denganku.."
"Kisah hidupku membosankan.."

Mereka semua hadiah buat kita, entah bungkusnya bagus atau jelek, entah isinya bagus atau jelek. Dan jangan tertipu oleh kemasan.
Hanya ketika kita bertemu jiwa-dengan-jiwa, kita tahu hadiah sesungguhnya yang sudah disiapkanNya buat kita.

Berikanlah makna di dalam kehidupan Anda bukan hanya untuk diri Anda sendiri saja melainkan juga untuk membahagiakan sesama manusia di dalam lingkungan kehidupan Anda. Berikanlah waktu Anda dengan digabung oleh rasa kasih!

Seorang sahabat sama seperti satu permata yg tak ternilai harganya.
Seorang kawan bisa membuat kita ceria, membuat kita terhibur.
Mereka meminjamkan kupingnya kepada kita pada saat kita membutuhkannya.
Mereka bersedia membuka hati maupun perasaannya untuk
berbagi suka dan duka dgn kita pada saat kita membutuhkannya.

Maka dari itu janganlah buang waktu yg Anda miliki,janganlah sia2 akan waktu yg sedemikian berharganya.
Bagikanlah sebagian dari waktu yg Anda miliki untuk seorang kawan.
Pasti waktu yg Anda berikan tersebut akan berbalik kembali seperti juga satu lingkaran walaupun terkadang kita tidak tahu dari mana dan dari siapa datangnya.

Tuesday, August 16, 2005

Mencari Jarum Kehidupan

Di suatu senja tampak Mak Belon celingak-celinguk di halaman rumahnya. Ia kelihatan bingung seperti sedang mencari sesuatu. Tetangga yang melihat tingkah laku Mak Belon pun menjadi ikut resah. Mereka akhirnya tak tahan untuk tidak mendekatinya.

"Mak Belon barangkali kami bisa menbantu. Rasanya anda sedang mencari sesuatu?"
"Terima kasih," sahut Mak Belon, "aku sedang kehilangan sebuah jarum."

Para tetangga menjadi maklum. Mak Belon memang seorang
penjahit, tentu saja sebuah jarum mempunyai arti yang sangat penting baginya. Apalagi mungkin ia harus menyelesaikan pekerjaannya malam ini.

Dalam sekejap saja para tetangga mulai bergerombol di halaman rumah Mak Belon. Seluruh halaman mereka sisir jengkal demi jengkal namun jarum itu tak jua mereka temukan.
Tak sabar akhirnya seorang dari mereka
berujar, "Mak Belon, hari semakin gelap kita harus segera bisa menemukannya. Mungkin anda bisa menunjukkan di daerah sekitar mana jatuhnya jarum tersebut sehingga kita bisa menjadi lebih terarah?"

Dengan lugu Mak Belon menjawab : "Jarum tersebut
sebenarnya jatuh di dalam rumah, bukan di halaman ini. Karena keadaan di dalam rumah agak gelap sedang di halaman jauh lebih terang. Kupikir dengan mencari di luar kita akan lebih mudah menemukannya!".

Serentak para tetangga terperangah, geli bercampur
dongkol. Bagaimana mungkin jarum yang hilang di dalam rumah dicarinya di halaman. "Dasar......!" gerutu para tetangga.

Cerita diatas atau versi sejenis mungkin sudah pernah anda baca.
Pertama kali saya membaca cerita ini, saya
hanya menanggapinya sebagai humor semata. Mungkin andapun akan terbahak-bahak menanggapinya, mungkin pula anda tersenyum simpul atau bahkan tak bereaksi apapun. Tapi anda yang mempunyai "kesadaran" tentu akan tersenyum kecut.

Cerita ini merupakan adaptasi dari cerita Rabiah Al-Adawiah, seorang mistik sufi wanita.
Cerita ini merupakan sindiran kepada kita semua, saya dan anda yang tak sadar, yang mencari "jarum kehidupan" di luar diri kita. Kalau jarum Mak Belon berfungsi menyatukan kain-kain menjadi pakaian, "jarum kehidupan" bukanlah sembarang jarum. Jarum ini berfungsi menjahit cara pandang kita pada kehidupan yang beraneka ragam menjadi satu kesadaran yang utuh.

Kitab suci dari agama apapun pasti memuat ayat yang esensinya menyatakan "carilah jarum kehidupan di dalam dirimu". Tetapi kita semua sudah terbiasa mencarinya di luar diri kita. Entah memang tak sadar atau sadar tapi pura-pura tidak tahu.

Memang cahaya yang ada diluar sungguh lebih terang bila dibanding pelita yang ada di dalam hati kita, pelita yang ada di dalam diri kita.

Sekarang beranikah anda meniti ke dalam diri dengan setitik cahaya ini?

Monday, August 15, 2005

JANGAN MELIHAT KE BELAKANG

Niccolo Paganini, seorang pemain biola yang terkenal di
abad 19, memainkan konser untuk para pemujanya yang memenuhi
ruangan. Dia bermain biola dengan diiringi orkestra penuh.

Tiba-tiba salah satu senar biolanya putus. Keringat dingin
mulai membasahi dahinya tapi dia meneruskan memainkan
lagunya. Kejadian yang sangat mengejutkan senar biolanya yang
lain pun putus satu persatu hanya meninggalkan satu senar, tetapi
dia tetap main. Ketika para penonton melihat dia hanya
memiliki satu senar dan tetap bermain, mereka berdiri dan
berteriak,"Hebat, hebat."

Setelah tepuk tangan riuh memujanya, Paganini menyuruh
mereka untuk duduk. Mereka menyadari tidak mungkin dia dapat
bermain dengan satu senar. Paganini memberi hormat pada para
penonton dan memberi isyarat pada dirigen orkestra untuk meneruskan
bagian akhir dari lagunya itu.

Dengan mata berbinar dia berteriak, "Peganini dengan satu
senar" Dia menaruh biolanya di dagunya dan memulai memainkan
bagian akhir dari lagunya tersebut dengan indahnya. Penonton
sangat terkejut dan kagum pada kejadian ini.

Renungan :

Hidup kita dipenuhi oleh persoalan, kekuatiran, kekecewaan
dan semua hal yang tidak baik. Secara jujur, kita seringkali
mencurahkan terlalu banyak waktu mengkonsentrasikan pada
senar kita yang putus dan segala sesuatu yang kita tidak dapat
ubah.

Apakah anda masih memikirkan senar-senar Anda yang putus
dalam hidup Anda? Apakah senar terakhir nadanya tidak indah
lagi?
Jika demikian, janganlah melihat ke belakang, majulah
terus, mainkan senar satu-satunya itu. Mainkanlah itu dengan
indahnya.

Wednesday, August 03, 2005

CUCILAH TANGANMU !!!!

Tigapuluh tiga laki-laki yang pipis di salah satu toilet Jakarta Hilton Convention Center(JHCC), Jakarta, Jumat (15/6), diamati. Dari tiap 10 orang, delapan di antaranya tak mencuci tangan sehabis pipis. Delapan orang inilah yang mendistribusikan bakteri salmonella, campylobacter, dan E coli ke orang-orang lain lewat jabat tangan, genggaman sayang, atau sentuhan. Apa dampaknya? Dia melenggang keluar dari toilet di sebelah kanan JHCC. Berdasi dan berjas. Seorang wanita menunggu di pintu masuk pameran komputer yang tengah digelar di tempat itu. Mereka ke dalam saling berpegangan tangan. Keduanya sama-sama muda. Agaknya wanita itu kekasihnya. Tak ada maksud mengusik kehidupan laki-laki itu. Dia kebetulan 1 dari 24 orang yang sehabis pipis tak mencuci tangannya. Duapuluh empat dari 33 yang diamati.

Mudah-mudahan tak terjadi, tapi genggaman sayang laki-laki itu bisa membuat perempuan itu--kepada siapa dia mungkin pernah mengatakan siap berkorban nyawa--menjadi kena diare ketika makan tanpa mencuci tangan. Lebih parah lagi ia terkena tifus. Tangan laki-laki itu sangat kotor dan kini kotoran itu hijrah ke tangan kekasihnya. Sabun bahkan tak sanggup membersihkan semua kuman pada tangannya, kecuali mencucinya dengan sangat cermat. Seperti diungkapkan Menteri Kesehatan dan Kesejahteraan Rakyat Sujudi suatu kali, mencuci tangan dengan sabun setelah pergi ke toilet hanya menurunkan peluang serangan diare 35-65 persen.

Jika tak percaya tangan yang kelihatan bersih itu banyak membawa kuman, sebuah penelitian yang dipublikasikan pekan lalu (11/6) di Inggris mungkin dapat meyakinkan Anda. Sedikit lebih baik dibanding sampel di toilet JHCC, sepertiga laki-laki dan banyak wanita Inggris tak mencuci tangannya sesudah pergi ke toilet.

Alasan dua ribu responden penelitian yang digelar program 'National Food Safety Week' itu hampir seragam. Sebagian dari mereka berpikir toilet yang mereka masuki dalam keadaan bersih, sebagian lainnya berpikir mereka tak memegang apapun selain milik sendiri, dan satu dari tiap lima orang mengatakan mereka tak perlu mencuci tangan karena tangannya nampak bersih.

Menurut para peneliti itu, tak ada satu alasan pun yang benar. Kuman memang tak bisa dilihat dengan mata telanjang. Perlu mikroskop atau teknik pembiakan khusus untuk melihatnya. Untuk membuktikannya, para peneliti itu meminta mereka meletakkan tangannya yang tak dicuci pada permukaan agar-agar--media pembiakan untuk kebanyakan mikroorganisma. Mereka kemudian diminta melakukannya sekali lagi, tapi setelah tangannya dibasuh air. Dalam pengamatan di bawah sinar ultraviolet, tampak tangan mereka dipenuhi mikroorganisma. Para peneliti mengidentifikasi, mikroorganisma terlazim pada tangan mereka adalah salmonella, campylobacter, dan E coli. "Suatu kali, ketika Anda bertemu seseorang dan menjabat tangannya, ada 1 dari tiap 5 orang yang tak selalu mencuci tangan sehabis pergi dari toilet," kata Professor Hugh Pennington, pakar mikrobiologi University of Aberdeen, mengomentari penelitian ini.

Jangan sangka persoalan itu hanya ada di Inggris. Perilaku dan semua bakteri itu juga ada di sini, dalam jumlah lebih banyak, karena cuaca yang lebih hangat. Kurang lebih, tak kurang dari 37 jenis penyakit bisa ditimbulkan kuman-kuman itu--dari sekadar diare, tifus, kholera, disentri, infeksi kulit, scabies, lepra dan frambusia. Untuk diare saja, meski tak semuanya karena tangan yang kotor, setiap menit terdapat 15 orang terkena diare atau 300 kasus per seribu penduduk.

Sementara tifus, prevalensinya sekitar 600-800 per 100 ribu orang, terjadi sepanjang tahun. Di tempat penelitian ini digelar, diare dan penyakit asal makanan juga menjadi masalah kesehatan yang cukup dominan. Tahun lalu, menurut John Krebs, pimpinan Food Standards Agency, tak kurang 4,5 juta orang Inggris sakit perut, meski yang dilaporkan ke pihak berwenang kurang dari 100 ribu orang. Menurut catatan Direktorat Jenderal Pemberantasan Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (PPMPL), diare menjadi penyebab kematian kedua pada Balita di Indonesia setelah penyakit infeksi saluran pernafasan atas (ISPA). Jadi, cuci tanganlah!!!!.


SPON CUCI PIRING
Spon membantu melenyapkan kotoran pada berbagai perkakas dapur. Eliane Endres,mahasiswi mikrobiologi University of Sao Paolo, Brasil, menemukan spon juga gudang bibit penyakit. Menurut Endres, yang mempresentasikan hasil temuannya dalam pertemuan tahunan American Society for Microbiology, dari 50 spon yang diteliti 86 persennya menunjukkan kontaminasi oleh seratus juta hingga satu milyar mikroorganisme. Sebanyak 70 persen spon mengandung bakteri coli dalam jumlah tinggi, dengan 38 persen di antaranya berupa coli dari tinja. Saureus juga ditemukan pada kurang lebih 34 persen sampel. Sebagian besar mikroorganisma itu diketahui berasal dari sumber yang tak terduga--sisa makanan di piring, terutama bahan-bahan makanan mentah seperti daging unggas dan sayuran.

UANG KERTAS
Uang barangkali barang yang terkarib untuk siapa pun dan salah satu yang paling kerap berpindah tangan. Bagi kesehatan, itu hanya berarti, uang menjadi alat pemindah penyakit. Begitulah memang. Belum lama ini: Para peneliti Wright Patterson Medical Center di Dayton, Ohio, menemukan dari 68 uang lembar satu dolaran, lima lembar di antaranya mengandung bakteri penyebab infeksi langsung dan 59 lembar lainnya (87 persen) tercemar bakteri yang dapat menginfeksi orang dengan gangguan sistem kekebalan--pengidap AIDS atau kanker. Hanya empat lembar uang yang relatif bersih dari kuman. Tak ada cara untuk mencegah penyebaran bakteri melalui alat pembayaran paling populer itu. Menurut salah seorang peneliti, Dr Peter Ender, yang dapat dilakukan adalah berusaha tak menyentuh mata, hidung dan mulut--gerbang masuk bakteri ke tubuh-setelah memegangnya. "Segera cuci tangan setelah memegangnya," Ender menganjurkan. Sekali lagi, cuci tangan!!!!

Friday, July 29, 2005

Kisah Anak Kerang

Jangan pernah mengambil keputusan pada saat sedang emosi. Kalau bisa
jangan bicara, supaya tidak membuat kesalahan yang akan mencoreng muka sendiri.
Setiap penderitaan pasti ada hikmahnya. Yang penting jangan berhenti berdoa dan hanya berharap pada Tuhan. Pembalasan bukan hak kita. Tuhan lebih tau balasan yang cocok bagi orang yang menyakiti kita. Iiiiih ngeri. Mending baca ilustrasi dibawah ini ya..........., semoga dikuatkan.

Kisah Anak Kerang

Pada suatu hari seekor anak kerang di dasar laut mengadu dan mengaduh pada ibunya sebab sebutir pasir tajam memasuki tubuhnya yang merah dan lembek.
Anakku, kata sang ibu sambil bercucuran air mata, Tuhan tidak memberikan pada kita bangsa kerang sebuah tanganpun, sehingga Ibu tak bisa menolongmu.

Sakit sekali, aku tahu anakku. Tetapi terimalah itu sebagai takdir alam.
Kuatkan hatimu. Jangan terlalu lincah lagi. Kerahkan semangatmu melawan rasa ngilu dan nyeri yang menggigit. Balutlah pasir itu dengan getah perutmu. Hanya itu yang bisa kau perbuat, kata ibunya dengan sendu dan lembut. Anak kerang pun melakukan nasihat bundanya. Ada hasilnya, tetapi rasa sakit bukan alang kepalang. Kadang di tengah kesakitannya, ia meragukan nasihat ibunya. Dengan air mata ia bertahan, bertahun-tahun lamanya.

Tetapi tanpa disadarinya sebutir mutiara mulai terbentuk dalam dagingnya. Makin lama makin halus. Rasa sakit pun makin berkurang. Dan semakin lama mutiaranya semakin besar. Rasa sakit menjadi terasa lebih wajar. Akhirnya sesudah sekian tahun, sebutir mutiara besar, utuh mengkilap, dan berharga mahal pun terbentuk dengan sempurna.
Penderitaannya berubah menjadi mutiara; air matanya berubah menjadi sangat berharga. Dirinya kini, sebagai hasil derita bertahun-tahun, lebih berharga daripada sejuta kerang lain yang cuma disantap orang sebagai kerang rebus di pinggir jalan.

***

Cerita di atas adalah sebuah paradigma yg menjelaskan bahwa penderitaan adalah lorong transendental untuk menjadikan "kerang biasa" menjadi "kerang
luar biasa."

Dengan itu dipertegas bahwa kekecewaan dan penderitaan dapat mengubah "orang biasa" menjadi "orang luar biasa." Itulah yang terjadi pada orang-orang seperti Abraham Lincoln, Nelson Mandela, Mahatma Gandhi, Kim Dae Jung, dan A.H. Nasution. Jadi jika Anda sedang menderita hari ini, apa pun sebabnya, saya sarankan: bersiap-siaplah menjadi "orang luar biasa".

Thursday, July 28, 2005

I've Learned....

In April, Maya Angelou was interviewed by Oprah on her 70+ birthday. Oprah asked her what she thought of growing older. And, there on television, she said it was "exciting." Regarding body changes, she said there were many, occurring every day...like her breasts. They seem to be in a race to see which will reach her waist first. The audience laughed so hard they cried.
She is such a simple and honest woman, with so much wisdom in her words!

Maya Angelou said this:

"I've learned that no matter what happens, or how bad it seems today, life does go on, and it will be better tomorrow."
"I've learned that you can tell a lot about a person by the way he/she handles these three things: a rainy day, lost luggage, and tangled Christmas tree lights."
"I've learned that regardless of your relationship with your parents, you'll miss them when they're gone from your life."
"I've learned that making a living" is not the same thing as "making a life."
"I've learned that life sometimes gives you a second chance."
"I've learned that you shouldn't go through life with a catcher's mitt on both hands; you need to be able to throw some things back."
"I've learned that whenever I decide something with an open heart, I usually make the right decision."
"I've learned that even when I have pains, I don't have to be one."
"I've learned that every day you should reach out and touch someone. People love a warm hug, or just a friendly pat on the back."
"I've learned that I still have a lot to learn."
"I've learned that people will forget what you said, people will forget how you made them feel."

FWD : Saat-Saat Indah

Terkadang ada saat-saat dalam hidup
ketika engkau merindukan seseorang
begitu dalam, hingga engkau ingin mengambilnya
dari angan-anganmu,
lalu memeluknya erat-erat!

Ketika pintu kebahagiaan tertutup, pintu yang lain terbuka;
tetapi, seringkali kita memandang terlalu
lama pada pintu yang tertutup hingga kita tidak
melihat pintu yang lain yang telah terbuka bagi kita.

Jangan percaya penglihatan; penglihatan dapat menipu.
Jangan percaya kekayaan; kekayaan dapat sirna.
Percayalah pada dia yang dapat membuatmu tersenyum,

sebab hanya senyumlah yang dibutuhkan
untuk mengubah hari gelap menjadi terang.

Carilah dia, yang membuat hatimu tersenyum.
Angankan apa yang engkau ingin angankan;
pergilah kemana engkau ingin pergi;
jadilah seperti yang engkau kehendaki,
sebab hidup hanya satu kali dan
engkau hanya memiliki satu kesempatan
untuk melakukan segala hal yang engkau
ingin lakukan.

Semoga engkau punya cukup kebahagiaan
untuk membuatmu tersenyum,
cukup pencobaan untuk membuatmu kuat,
cukup penderitaan untuk tetap menjadikanmu manusiawi,
dan cukup pengharapan untuk
menjadikanmu bahagia.
Mereka yang paling berbahagia tidaklah
harus memiliki yang terbaik dari segala sesuatu;
mereka hanya mengoptimalkan
segala sesuatu yang datang dalam
perjalanan hidup mereka.

Masa depan yang paling gemilang akan selalu
dapat diraih dengan melupakan masa lalu
yang kelabu;
engkau tidak akan dapat maju dalam hidup
hingga engkau melepaskan segala kegagalan dan sakit hatimu.

Ketika engkau dilahirkan, engkau menangis
sementara semua orang di sekelilingmu tersenyum.
Jalani hidupmu sedemikian rupa,
hingga
pada akhirnya engkaulah satu-satunya yang
tersenyum sementara semua orang di sekelilingmu menangis.

Monday, July 25, 2005

Fwd : Bagaimanakah bentuk hatimu..

Pada suatu hari, seorang pemuda berdiri di tengah kota dan
menyatakan bahwa dialah pemilik hati yang terindah yang ada
di kota itu. Banyak orang kemudian berkumpul dan mereka
semua mengagumi hati pemuda itu, karena memang benar-benar
sempurna. Tidak ada satu cacat atau goresan sedikitpun di
hati pemuda itu. Pemuda itu sangat bangga dan mulai
menyombongkan hatinya yang indah.

Tiba-tiba, seorang lelaki tua menyeruak dari kerumunan,
tampil ke depan dan berkata "Mengapa hatimu masih belum
seindah hatiku ?".

Kerumunan orang-orang dan pemuda itu melihat pada hati pak
tua itu. Hati pak tua itu berdegup dengan kuatnya, namun
penuh dengan bekas luka, dimana ada bekas potongan hati yang
diambil dan ada potongan yang lain ditempatkan di situ;
namun tidak benar-benar pas dan ada sisi-sisi potongan yang
tidak rata. Bahkan, ada bagian-bagian yang berlubang karena
dicungkil dan tidak ditutup kembali. Orang-orang itu
tercengang dan berpikir, bagaimana mungkin pak tua itu
mengatakan bahwa hatinya lebih indah ?

Pemuda itu melihat kepada pak tua itu, memperhatikan hati
yang dimilikinya dan tertawa "Anda pasti bercanda, pak tua",
katanya, "bandingkan hatimu dengan hatiku, hatiku sangatlah
sempurna sedangkan hatimu tak lebih dari kumpulan bekas luka
dan cabikan".

"Ya", kata pak tua itu," hatimu kelihatan sangat sempurna
meski demikian aku tak akan menukar hatiku dengan hatimu.
Lihatlah, setiap bekas luka ini adalah tanda dari orang-
orang yang kepadanya kuberikan kasihku, aku menyobek
sebagian dari hatiku untuk kuberikan kepada mereka, dan
seringkali mereka juga memberikan sesobek hati mereka untuk
menutup kembali sobekan yang kuberikan. Namun karena setiap
sobekan itu tidaklah sama, ada bagian-bagian yang kasar,
yang sangat aku hargai, karena itu mengingatkanku akan cinta
kasih yang telah bersama-sama kami bagikan. Adakalanya, aku
memberikan potongan hatiku begitu saja dan orang yang kuberi
itu tidak membalas dengan memberikan potongan hatinya. Hal
itulah yang meninggalkan lubang-lubang sobekan - -
memberikan cinta kasih adalah suatu kesempatan. Meskipun
bekas cabikan itu menyakitkan, mereka tetap terbuka, hal itu
mengingatkanku akan cinta kasihku pada orang-orang itu, dan
aku berharap, suatu ketika nanti mereka akan kembali dan
mengisi lubang-lubang itu. Sekarang, tahukah engkau
keindahan hati yang sesungguhnya itu ?"

Pemuda itu berdiri membisu dan airmata mulai mengalir di
pipinya. Dia berjalan ke arah pak tua itu, menggapai hatinya
yang begitu muda dan indah, lalu merobeknya sepotong. Pemuda
itu memberikan robekan hatinya kepada pak tua dengan tangan-
tangan yang gemetar. Pak tua itu menerima pemberian itu,
menaruhnya di hatinya dan kemudian mengambil sesobek dari
hatinya yang sudah amat tua dan penuh luka, kemudian
menempatkannya untuk menutup luka di hati pemuda itu.
Sobekan itu pas, tetapi tidak sempurna, karena ada sisi-sisi
yang tidak sama rata. Pemuda itu melihat kedalam hatinya,
yang tidak lagi sempurna tetapi kini lebih indah dari
sebelumnya, karena cinta kasih dari pak tua itu telah
mengalir kedalamnya. Mereka berdua kemudian berpelukan dan
berjalan beriringan.

Bagaimanakah bentuk hatimu..?????

Thursday, July 21, 2005

Fwd : Hari Ini....

Seorang bijak pernah berkata, bahwa ada dua hari dalam hidup ini yang sama sekali tak perlu anda khawatirkan.

Yang pertama; hari kemarin.
Anda tak bisa mengubah apa pun yang telah terjadi.
Anda tak bisa menarik perkataan yang telah terucapkan.
Anda tak mungkin lagi menghapus kesalahan; dan mengulangi kegembiraan yang anda rasakan kemarin.
Biarkan hari kemarin lewat; lepaskan saja.

Yang kedua: hari esok.
Hingga mentari esok hari terbit, anda tak tahu apa yang akan terjadi.
Anda tak bisa melakukan apa-apa esok hari.
Anda tak mungkin sedih atau ceria di esok hari.
Esok hari belum tiba; biarkan saja.

Yang tersisa kini hanyalah hari ini.
Pintu masa lalu telah tertutup;
pintu masa depan pun belum tiba.
Pusatkan saja diri anda untuk hari ini.
Anda dapat mengerjakan lebih banyak hal hari ini bila anda mampu memaafkan hari kemarin dan melepaskan ketakutan akan esok hari.

Hiduplah hari ini.
Karena, masa lalu sudah lewat dan masa depan belum tiba.
Hiduplah hari ini seperti hari terakhirmu dan sebaik mungkin untuk dirimu,sesamamu dan Allahmu.
Karena hari ini akan menjadi kemarin ; dan hari ini akan menentukan esok .

Kata Bijak :
Perlakukan setiap orang dengan kebaikan hati dan rasa hormat, meski mereka berlaku buruk pada anda.
Ingatlah bahwa anda menunjukkan penghargaan pada orang lain bukan karena siapa mereka, tetapi karena siapakah diri anda sendiri.

FWD : Penggosip

Seorang wanita menceritakan gossip mengenai tetangganya dan dalam beberapa hari saja, seluruh lingkungan mengetahui ceritanya. Tetangganya itu tentu saja sakit hati.

Kemudian hari, wanita yang menyebarluaskan gossip tersebut menyadari bahwa ternyata gossip itu tidak benar. Dia menyesal, lalu datang kepada orang yang bijaksana untuk mencari tahu apa yang harus dilakukannya untuk memperbaiki kesalahannya itu.

"Pergilah ke pasar" kata orang bijak itu, "beli seekor ayam, lalu bunuh, kemudian dalam perjalanan pulang, cabuti bulunya dan buang satu persatu disepanjang jalan pulang."

Meski kaget mendengar saran itu, si wanita tetap melakukan apa yang disuruh kepadanya.

Keesokan harinya wanita tsb melaporkan apa yang sudah dilakukannya. Orang bijak itu berkata lagi, "Sekarang pergilah dan kumpulkan kembali semua bulu ayam yang kau buang kemarin dan bawa kepadaku." Wanita itu pun menyusuri jalan yang sama, tetapi angin telah melemparkan bulu-bulu itu ke segala arah.Setelah mencari selama beberapa jam, ia kembali hanya dengan tiga potong bulu.

"Lihat kan?" kata orang bijak itu, "sangat mudah melemparkannya, namun tidak mungkin mengumpulkannya kembali, begitu pula dengan gossip. Tidak sulit menyebarluaskan gossip, namun sekali gossip terlempar, 7 ekor kudapun tidak dapat menariknya kembali."

******************

Memang penting untuk menjaga apa yang masuk ke dalam mulut, namun yang lebih penting lagi adalah menjaga apa yang ke luar dari mulut......

Friday, July 15, 2005

FWD : Penjara Pikiran

Seekor belalang lama terkurung dalam satu kotak.
Suatu hari ia berhasil keluar dari kotak yang
mengurungnya, dengan gembira dia melompat-lompat
menikmati kebebasannya.

Di perjalanan dia bertemu dengan belalang lain,
namun dia heran mengapa belalang itu bisa lompat
lebih tinggi dan lebih jauh darinya.

Dengan penasaran dia bertanya, "Mengapa kau bisa
melompat lebih tinggi dan lebih jauh dariku,
padahal kita tidak jauh berbeda dari usia maupun
ukuran tubuh?" Belalang itu menjawabnya dengan
pertanyaan, "Dimanakah kau tinggal selama ini?
Semua belalang yang hidup di alam bebas pasti
bisa melakukan seperti yang aku lakukan."

Saat itu si belalang baru tersadar bahwa selama
ini kotak itulah yang telah membuat lompatannya
tidak sejauh dan setinggi belalang lain yang
hidup di alam bebas.

Sering kita sebagai manusia, tanpa sadar, pernah
juga mengalami hal yang sama dengan belalang
tersebut. Lingkungan yang buruk, hinaan, trauma
masa lalu, kegagalan beruntun, perkataan teman,
tradisi, dan semua itu membuat kita terpenjara
dalam kotak semu yang mementahkan potensi kita.

Sering kita mempercayai mentah-mentah apa yang
mereka voniskan kepada kita tanpa berpikir dalam
bahwa apakah hal itu benar adanya atau benarkah
kita selemah itu? Lebih parah lagi, kita acap
kali lebih memilih mempercayai mereka daripada
mempercayai diri sendiri.

Tahukah Anda bahwa gajah yang sangat kuat bisa
diikat hanya dgn tali yang terikat pada pancang
kecil? Gajah sudah akan merasa dirinya tidak
bisa bebas jika ada "sesuatu" yang mengikat kaki
nya, padahal "sesuatu" itu bisa jadi hanya seutas
tali kecil...

Sebagai manusia kita mampu untuk berjuang, tidak
menyerah begitu saja kepada apa yang kita alami.
Karena itu, teruslah berusaha mencapai segala
aspirasi positif yang ingin Anda capai. Sakit
memang, lelah memang,tapi jika Anda sudah sampai
di puncak, semua pengorbanan itu pasti akan
terbayar. Pada dasarnya, kehidupan Anda akan
lebih baik kalau Anda hidup dengan cara hidup
pilihan Anda sendiri, bukan dengan cara yang di
pilihkan orang lain untuk Anda

Tuesday, July 12, 2005

>>Alloh always luv U<<

Jika kau merasa lelah dan tak berdaya dari usaha yang sepertinya sia-sia....

Allah SWT tahu betapa keras engkau sudah berusaha.

Ketika kau sudah menangis sekian lama dan hatimu masih terasa pedih....

Allah SWT sudah menghitung air matamu...

Ketika kau fikir bahwa hidupmu sedang menunggu sesuatu dan waktu serasa berjalan begitu saja...

Allah SWT sedang menunggu bersamamu.

Ketika kau berfikir bahwa kau sudah mencoba segalanya dan tidak tahu hendak berbuat apa lagi...

Allah SWT sudah punya jawabannya.

Ketika segala sesuatu menjadi tidak masuk akal dan kau merasa tertekan...

Allah SWT dapat menenangkanmu.

Ketika kau merasa sendirian dan teman-temanmu terlalu sibuk untuk menelpon...

Allah SWT selalu berada disampingmu

Ketika kau mendambakan sebuah cinta sejati yang tak kunjung datang…

Allah SWT mempunyai Cinta dan Kasih yang lebih besar dari segalanya

dan Dia telah menciptakan seseorang yang akan menjadi pasangan hidupmu kelak.

Ketika kau merasa bahwa kau mencintai seseorang, namun kau tahu cintamu tak terbalas...

Allah SWT tahu apa yang ada di depanmu dan Dia sedang mempersiapkan segala yang terbaik untukmu.

Ketika kau merasa telah dikhianati dan dikecewakan....

Allah SWT dapat menyembuhkan lukamu dan membuatmu tersenyum

Jika tiba-tiba kau dapat melihat jejak-jejak harapan Allah SWT sedang berbisik kepadamu

Ketika segala sesuatu berjalan lancar dan kau merasa ingin mengucap syukur....

Allah SWT telah memberkahimu

Ketika sesuatu yang indah terjadi dan kau dipenuhi ketakjuban....

Allah SWT telah tersenyum padamu.

Ketika kau memiliki tujuan untuk dipenuhi dan mimpi untuk digenapi....

Allah SWT sudah membuka matamu dan memanggilmu dengan namamu

Ingat dimanapun kau atau kemanapun kau menghadap....

Allah SWT Maha Mengetahui.

Monday, July 11, 2005

Fwd : [putuss_jia_you] BELAJAR DARI KELEDAI

Suatu hari keledai milik seorang petani jatuh ke dalam sumur. Hewan itu menangis dengan memilukan selama berjam-jam semetara si petani
memikirkan apa yang harus dilakukannya.


Akhirnya, Ia memutuskan bahwa hewan itu sudah tua dan sumur juga perlu ditimbun (ditutup - karena berbahaya); jadi tidak berguna untuk menolong si keledai. Ia mengajak tetangga-tetangganya untuk datang membantunya. Mereka membawa sekop dan mulai menyekop tanah ke dalam sumur.


Pada mulanya, ketika si keledai menyadari apa yang sedang terjadi, ia menangis penuh kengerian. Tetapi kemudian, semua orang takjub, karena si keledai menjadi diam. Setelah beberapa sekop tanah lagi dituangkan ke dalam sumur, si petani melihat ke dalam sumur dan tercengang karena apa yang dilihatnya.


Walaupun punggungnya terus ditimpa oleh bersekop-sekop tanah dan
kotoran, si keledai melakukan sesuatu yang menakjubkan. Ia mengguncang-guncangkan badannya agar tanah yang menimpa punggungnya turun ke bawah, lalu menaiki tanah itu.

Sementara tetangga-2 si petani terus menuangkan tanah kotor ke atas
punggung hewan itu, si keledai terus juga menguncangkan badannya dan melangkah naik.
Segera saja, semua orang terpesona ketika si keledai meloncati tepi sumur dan melarikan diri!

Kehidupan terus saja menuangkan tanah dan kotoran kepadamu, segala
macam tanah dan kotoran. Cara untuk keluar dari 'sumur' (kesedihan, masalah, dsb) adalah dengan menguncangkan segala tanah dan kotoran dari diri kita (pikiran, dan hati kita)dan melangkah naik dari 'sumur' dengan menggunakan hal-hal tersebut sebagai pijakan.

Setiap masalah-masalah kita merupakan satu batu pijakan untuk
melangkah. Kita dapat keluar dari 'sumur' yang terdalam dengan terus berjuang,jangan pernah menyerah! Guncangkanlah hal negatif yang menimpa dan melangkahlah naik !!!

Ingatlah aturan sederhana tentang Kebahagiaan :

1. Bebaskan dirimu dari kebencian
2. Bebaskanlah pikiranmu dari kecemasan
3. Hiduplah sederhana
4. Berilah lebih banyak
5. Berharaplah lebih sedikit
6. Tersenyumlah
7. Miliki teman seperti aku ^_^


Seseorang telah mengirimkan hal ini untuk kupikirkan, maka aku
meneruskannya kepadamu dengan maksud yang sama.


GUNCANGKANLAH !!!!
"Entah ini adalah waktu kita yang terbaik atau waktu kta yang terburuk,
inilah satu-satunya waktu yang kita miliki saat ini!"

Fwd: Belajar Mencintai

Ketika kita bertemu orang yang tepat untuk dicintai,
Ketika kita berada di tempat pada saat yang tepat,
Itulah KESEMPATAN.

Ketika kita bertemu dengan seseorang yang
membuatmu tertarik, Itu bukan PILIHAN,
itu KESEMPATAN.
Bertemu dalam suatu peristiwa bukanlah PILIHAN,
Itupun adaah KESEMPATAN.

Bila kita memutuskan untuk mencintai orang
tersebut,
Bahkan dengan segala kekurangannya,
Itu bukan KESEMPATAN, itu adalah PILIHAN.

Ketika kita memilih bersama dengan seseorang
walaupun apapun yang terjadi, Itu adalah PILIHAN.

Bahkan ketika kita menyadari bahwa masih
banyak orang lain yang lebih menarik, lebih pandai,
lebih kaya daripada pasanganmu
Dan tetap memilih untuk mencintainya,
Itulah PILIHAN.

Perasaan cinta, simpatik, tertarik,
Datang bagai KESEMPATAN pada kita.
Tetapi cinta sejati yang abadi adalah PILIHAN.
PILIHAN yang kita lakukan.

Berbicara tentang pasangan jiwa,
Ada suatu kutipan dari film yang Mungkin sangat
tepat :
"Nasib membawa kita bersama, tetapi tetap
bergantung pada kita bagaimana membuat
semuanya berhasil"

Pasangan jiwa bisa benar-benar ada.
Dan bahkan sangat mungkin ada seseorang
Yang diciptakan hanya untukmu.
Tetapi tetap berpulang padamu
Untuk melakukan PILIHAN apakah engkau ingin
Melakukan sesuatu untuk mendapatkannya, atau
tidak...

Kita mungkin kebetulan bertemu pasangan jiwa
kita, Tetapi mencintai dan tetap bersama pasangan
jiwa kita, Adalah PILIHAN yang harus kita lakukan.

Kita ada di dunia bukan untuk mencari
seseorang yang sempurna untuk dicintai
TETAPI untuk belajar mencintai orang yang tidak
sempurna dengan cara yang sempurna

Friday, July 08, 2005

A L P H A B E T I C A L F O R S U C C E S S

Menurut pakarnya, manusia sukses tidak cuma dari IQ saja. Peran EQ (Emotional Intelligence) pada kesuksesan bahkan melebihi porsi IQ. Seorang pakar EQ bernama Patricia Patton memberikan tips bagaimana kita menemukan dan memupuk harga diri, yang disebutnya alfabet keberhasilan pribadi.

A : ACCEPT

Terimalah diri anda sebagaimana adanya.

B : BELIEVE

Percayalah terhadap kemampuan anda untuk meraih apa yang anda inginkan dalam hidup

C : CARE

Pedulilah pada kemampuan anda meraih apa yang anda inginkan dalam hidup

D : DIRECT

Arahkan pikiran pada hal-hal positif yang meningkatkan kepercayaan diri

E : EARN

Terimalah penghargaan yang diberi orang lain dengan tetap berusaha menjadi yang terbaik

F : FACE

Hadapi masalah dengan benar dan yakin

G : GO

Berangkatlah dari kebenaran

H : HOMEWORK

Pekerjaan rumah adalah langkah penting untuk pengumpulan informasi

I : IGNORE

Abaikan celaan orang yang menghalangi jalan anda mencapai tujuan

J : JEALOUSLY

Rasa iri dapat membuat anda tidak menghargai kelebihan anda sendiri

K : KEEP

Terus berusaha walaupun beberapa kali gagal

L : LEARN

Belajar dari kesalahan dan berusaha untuk tidak mengulanginya

M : MIND

Perhatikan urusan sendiri dan tidak menyebar gosip tentang orang lain

N : NEVER

Jangan terlibat skandal seks, obat terlarang, dan alkohol

O : OBSERVE

Amatilah segala hal di sekeliling anda. Perhatikan, dengarkan, dan belajar dari orang lain

P : PATIENCE

Sabar adalah kekuatan tak ternilai yang membuat anda terus berusaha

Q : QUESTION

Pertanyaan perlu untuk mencari jawaban yang benar dan menambah ilmu

R : RESPECT

Hargai diri sendiri dan juga orang lain

S : SELF CONFIDENCE, SELF ESTEEM, SELF RESPECT

Percaya diri, harga diri, citra diri, penghormatan diri membebaskan kita dari saat-saat tegang

T : TAKE

Bertanggung jawab pada setiap tindakan anda

U : UNDERSTAND

Pahami bahwa hidup itu naik turun, namun tak ada yang dapat

mengalahkan anda

V : VALUE

Nilai diri sendiri dan orang lain, berusahalah melakukan yang terbaik

W : WORK

Bekerja dengan giat, jangan lupa berdo'a

X : X'TRA

Usaha lebih keras membawa keberhasilan

Y : YOU

Anda dapat membuat suatu yang berbeda

Z : ZERO

Usaha nol membawa hasil nol pula

Tujuh kalimat

Sabda Rasulullah S.A.W

"Barang siapa hafal tujuh kalimat, ia terpandang mulia di sisi Allah dan Malaikat serta diampuni dosa-dosanya walau sebanyak busa/buih laut "

1. Mengucap Bismillah pada tiap-tiap hendak melakukan sesuatu.

2. Mengucap Alhamdulillah pada tiap-tiap selesai melakukan sesuatu.

3. Mengucap Astagfirullah jika lidah tersilap perkataan yang tidak patut

4. Mengucap Insya Allah jika merencanakan berbuat sesuatu di hari esok.

5. Mengucap La haula wala kuwwata illa billah jika menghadapi sesuatu tak disukai dan tak diingini.

6. Mengucap inna lillahi wa inna ilaihi rajiun jika menghadapi dan menerima musibah.

7. Mengucap La ilaha illa Allah Muhammad Rasulullah sepanjang siang malam sehingga tak terpisah dari lidahnya dari tafsir hanafi, mudah-mudahan ingat, walau lambat-lambat mudah-mudahan selalu, walau sambil lalu mudah-mudahan jadi bisa, karena sudah biasa!

FWD : Rahasia & artinya

Apa Rahasia 90/10 ?
10% kehidupan dibuat oleh hal-hal yang terjadi terhadap kita.
90% kehidupan ditentukan oleh bagaimana kita bereaksi / memberi
respon.

Apa Artinya?
Kita sungguh-sungguh tidak dapat mengontrol 10% kejadian-kejadian yang
menimpa kita. Kita tidak dapat mencegah kerusakan mobil. Pesawat
mungkin terlambat, dan mengacaukan seluruh jadwal kita. Seorang supir
mungkin menyalip kita di tengah kemacetan lalu-lintas. Kita tidak
punya kontrol atas hal yang 10% ini.

Yang 90% lagi berbeda. Kita menentukan yang 90% !
Bagaimana? Dengan reaksi kita. Kita tidak dapat mengontrol lampu
merah, tapi dapat mengontrol reaksi kita. Jangan biarkan orang lain
mempermainkan kita, kita dapat mengendalikan
reaksi kita!

Mari lihat sebuah contoh.
Engkau sedang sarapan bersama keluarga. Adik perempuanmu menumpahkan
secangkir kopi ke kemeja kerja mu. Engkau tidak dapat mengendalikan
apa yang telah terjadi itu. Apa yang terjadi kemudian akan ditentukan
oleh bagaimana engkau bereaksi. Engkau mengumpat. Engkau dengan kasar
memarahi adik mu yang menumpahkan kopi. Dia menangis. Setelah itu,
engkau melihat ke istri mu, dan mengkritiknya karena telah menaruh
cangkir kopi terlalu dekat dengan tepi meja. Pertempuran kata-kata
singkat menyusul. Engkau naik pitam dan kemudian pergi mengganti
kemeja. Setelah itu engkau kembali dan melihat adik perempuan mu
sedang menghabiskan sarapan sambil menangis dan siap berangkat ke
sekolah. Dia ketinggalan bis sekolah. Istrimu harus segera berangkat
kerja. Engkau segera menuju mobil dan mengantar adik mu ke sekolah.
Karena engkau terlambat, engkau mengendarai mobil melewati batas
kecepatan maksimum. Setelah tertunda 15 menit karena harus membayar
tilang, engkau tiba di sekolah. Adikmu berlari masuk. Engkau
melanjutkan perjalanan, dan tiba di kantor terlambat 20 menit,
dan engkau baru sadar, bahwa tas kerjamu tertinggal. Hari-mu begitu
buruk. Engkau ingin segera pulang. Ketika engkau pulang, engkau
menemukan ada hambatan dalam hubungan dengan istri dan adikmu. Kenapa?
Karena reaksimu pagi tadi.

Kenapa hari mu buruk?
a) Karena secangkir kopi yang tumpah?
b) Kecerobohan adikmu?
c) Polisi yang menilang?
d) Karena dirimu sendiri?
Jawaban-nya adalah D. Engkau tidak dapat mengendalikan tumpahnya kopi
itu. Bagaimana reaksi-mu 5 detik kemudian itu, yang menyebabkan hari
mu menjadi buruk.

Ini yang mungkin terjadi jika engkau bereaksi dengan cara yang
berbeda. Kopi tumpah di kemejamu. Adikmu sudah siap menangis. Engkau
dengan lembut berkata "Tidak apa-apa sayang, lain kali kamu lebih
hati-hati ya". Engkau pergi mengganti kemejamu dan dan tidak lupa
mengambil tas kerjamu. Engkau kembali dan melihat adikmu sedang naik
ke dalam bus sekolah. Istrimu menciummu sebelum engkau berangkat
kerja. Engkau tiba di kantor 5 menit lebih awal, dan dengan riang
menyalami para karyawan. Atasanmu berkomentar tentang bagimana
baiknya hari ini buat mu.

Lihat perbedaannya. Dua skenario yang berbeda. Keduanya dimulai dari
hal yang sama, tapi berakhir dengan berbeda. Kenapa? Karena REAKSI
kita. Sungguh kita tidak dapat mengontrol 10% hal-hal yang terjadi.
Tapi yang 90% lagi ditentukan oleh reaksi kita.

Sumber: Tulisan Robert T. Kiyosaki, "Guide to Investing"
(edisi bahasa Indonesia sudah diterbitkan oleh Penerbit Gramedia,
Jakarta 2002).

Wednesday, July 06, 2005

FWD : Pembelajaran Hidup

Ibuku selalu bertanya padaku, apa bagian tubuh
yang paling penting. Bertahun-tahun, aku selalu
menebak dengan jawaban yang aku anggap benar.
Ketika aku muda, aku pikir suara adalah yang
paling penting bagi kita sebagai manusia, jadi aku
jawab, "Telinga, Bu." Tapi, ternyata itu bukan
jawabannya.
"Bukan itu, Nak. Banyak orang yang tuli. Tapi,
teruslah memikirkannya dan aku menanyakan lagi nanti."
Beberapa tahun kemudian, aku mencoba menjawab,
sebelum dia bertanya padaku lagi. Sejak jawaban
pertama, kini aku yakin jawaban kali ini pasti
benar. Jadi, kali ini aku memberitahukannya. "Bu,
penglihatan sangat penting bagi semua orang, jadi
pastilah mata kita."
Dia memandangku dan berkata, "Kamu belajar dengan
cepat, tapi jawabanmu masih salah karena banyak
orang yang buta."
Gagal lagi, aku meneruskan usahaku mencari jawaban
baru dan dari tahun ke tahun, Ibu terus bertanya
padaku beberapa kali dan jawaban dia selalu,
"Bukan. Tapi, kamu makin pandai dari tahun ke
tahun, Anakku."
Akhirnya tahun lalu, kakekku meninggal. Semua
keluarga sedih. Semua menangis. Bahkan, ayahku
menangis. Aku sangat ingat itu karena itulah saat
kedua kalinya aku melihatnya menangis. Ibuku
memandangku ketika tiba giliranku untuk
mengucapkan selamat tinggal pada kakek.
Dia bertanya padaku, "Apakah kamu sudah tahu apa
bagian tubuh yang paling penting, sayang?"
Aku terkejut ketika Ibu bertanya pada saat seperti
ini. Aku sering berpikir, ini hanyalah permainan
antara Ibu dan aku.
Ibu melihat kebingungan di wajahku dan
memberitahuku, "Pertanyaan ini penting. Ini akan
menunjukkan padamu apakah kamu sudah benar-benar
"hidup". Untuk semua bagian tubuh yang kamu
beritahu padaku dulu, aku selalu berkata kamu
salah dan aku telah memberitahukan kamu kenapa.
Tapi, hari ini adalah hari di mana kamu harus
mendapat pelajaran yang sangat penting."
Dia memandangku dengan wajah keibuan. Aku melihat
matanya penuh dengan air. Dia berkata, "Sayangku,
bagian tubuh yang paling penting adalah bahumu."
Aku bertanya, "Apakah karena fungsinya untuk
menahan kepala?"
Ibu membalas, "Bukan, tapi karena bahu dapat
menahan kepala seorang teman atau orang yang kamu
sayangi ketika mereka menangis. Kadang-kadang
dalam hidup ini, semua orang perlu bahu untuk
menangis. Aku cuma berharap, kamu punya cukup
kasih sayang dan teman-teman agar kamu selalu
punya bahu untuk menangis kapan pun kamu
membutuhkannya."
Akhirnya, aku tahu, bagian tubuh yang paling
penting adalah tidak menjadi orang yang
mementingkan diri sendiri. Tapi, bersimpati terhadap
penderitaan yang dialami oleh orang lain. Orang
akan melupakan apa yang kamu katakan. Orang akan
melupakan apa yang kamu lakukan. Tapi, orang TIDAK
akan pernah lupa bagaimana kamu membuat mereka
berarti.

Monday, July 04, 2005

Fwd: "Sometimes Good People Do Evil Things"

"Sometimes Good People Do Evil Things"

Ini kisah nyata yg lagi heboh di Malaysia,

Ingatlah....semarah apapun, janganlah bertindak keterlaluan..............,
Sebuah kisah untuk dijadikan pengalaman dan pengajaran...... Sebagai ibu kita patut juga menghalang perbuatan suami kita memukul terutama pada anak2 yg masih kecil dan tak tau apa2.

Mengajar dgn cara memukul bukanlah cara terbaik,

Sepasang suami isteri - seperti pasangan lain di kota-kota besar meninggalkan anak-anak diasuh pembantu rumah semasa keluar bekerja.
Anak tunggal pasangan ini, perempuan berusia tiga setengah tahun.
Bersendirian di rumah dia kerap dibiarkan pembantunya yang sibuk bekerja bermain diluar, tetapi pintu pagar tetap dikunci.
Bermainlah dia sama ada berayun-ayun di atas buaian yang dibeli bapanya,ataupun memetik bunga raya, bunga kertas dan lain-lain di halaman rumahnya.
Suatu hari dia melihat sebatang paku karat. Dia pun mencoret semen tempat mobil ayahnya diparkirkan tetapi kerana lantainya terbuat dari marmer, coretan tidak kelihatan. Dicobanya pada mobil baru ayahnya. Ya...kerana mobil itu bewarna gelap, coretannya tampak jelas. Apa lagi kanak-kanak ini pun membuat coretan sesuai dengan kreativitasnya.
Hari itu bapak dan ibunya bermotor ke tempat kerja kerana macet ada perayaan Thaipusam.

Setelah penuh coretan yg sebelah kanan dia beralih ke sebelah kiri mobil.
Dibuatnya gambar ibu dan ayahnya, gambarnya sendiri, lukisan ayam, kucing dan lain sebagainya mengikut imaginasinya. Kejadian itu berlangsung tanpa disadari si pembantu rumah.

Pulang petang itu, terkejut pasangan itu melihat kereta yang baru setahun dibeli dengan bayaran angsuran. Si bapak yang belum lagi masuk ke rumah ini pun terus menjerit, "Kerjaan siapa ini?"
Pembantu rumah yang tersentak dengan jeritan itu berlari keluar. Dia juga beristighfar.
Mukanya merah padam ketakutan lebih2 melihat wajah bengis tuannya. Sekali lagi diajukan pertanyaan keras kepadanya, dia terus mengatakan "Tak tahu... !"
"kamu dirumah sepanjang hari, apa saja yg kau lakukan?" hardik si isteri lagi.

Si anak yang mendengar suara ayahnya, tiba-tiba berlari keluar dari kamarnya. Dengan penuh manja dia berkata "Ita yg membuat itu abahhh.. cantik kan!" katanya sambil memeluk abahnya ingin bermanja seperti biasa.
Si ayah yang hilang kesabaran mengambil sebatang ranting kecil dari pohon bunga raya di depannya, terus dipukulkannya berkali2 ke telapak tangan anaknya. Si anak yang tak mengerti apa-apa terlolong-lolong kesakitan sekaligus ketakutan.Puas memukul telapak tangan, si ayah memukul pula belakang tangan anaknya. Si ibu cuma mendiamkan saja, seolah merestui dan merasa puas dengan hukuman yang dikenakan.

Pembantu rumah terbengong, tdk tahu hrs berbuat apa?. Si bapak cukup rakus memukul-mukul tangan kanan dan kemudian tangan kiri anaknya. Setelah si bapak masuk ke rumah dituruti si ibu, pembantu rumah menggendong anak kecil itu, membawanya ke kamar. Dilihatnya telapak tangan dan belakang tangan si anak kecil luka2 dan berdarah. Pembantu rumah memandikan anak kecil itu. Sambil menyiram air sambil dia ikut menangis. Anak kecil itu juga terjerit-jerit menahan kepedihan saat luka2nya itu terkena air. Si pembantu rumah kemudian menidurkan anak kecil itu. Si bapak sengaja membiarkan anak itu tidur bersama pembantu rumah.

Keesokkan harinya, kedua-dua belah tangan si anak bengkak. Pembantu rumah mengadu.
"Oleskan obat saja!" jawab tuannya, bapak si anak. Pulang dari kerja, dia tidak memperhatikan anak kecil itu yang menghabiskan waktu di kamar pembantu. Si bapak konon mau mengajar anaknya. Tiga hari berlalu, si ayah tidak pernah menjenguk anaknya sementara si ibu juga
begitu tetapi setiap hari bertanya kepada pembantu rumah. "Ita demam..." jawap pembantunya ringkas. "Kasih minum panadol ," jawab si ibu. Sebelum si ibu masuk kamar tidur dia menjenguk kamar pembantunya. Saat dilihat anaknya Ita dalam pelukan pembantu rumah, dia menutup lagi pintu kamar pembantunya.

Masuk hari keempat, pembantu rumah memberitahukan tuannya bahwa suhu badan Ita terlalu panas. "Sore nanti kita bawa ke klinik. Pukul 5.00 siap" kata majikannya itu. Sampai saatnya si anak yang sudah lemah dibawa ke klinik. Doktor mengarahkan ia dirujuk ke hospital kerana keadaannya serius. Setelah seminggu di rawat inap doktor memanggil bapak dan ibu anak itu. "Tidak ada pilihan.." katanya yang mengusulkan agar kedua tangan anak itu dipotong kerana gangren yang terjadi sedah terlalu parah. "Ia sudah bernanah, demi menyelamatkan nyawanya kedua tangannya perlu dipotong dari siku ke bawah" kata doktor.

Si bapak dan ibu bagaikan terkena halilintar mendengar kata-kata itu. Terasa dunia berhenti berputar, tapi apa yg dapat dikatakan. Si ibu meraung merangkul si anak. Dengan berat hati dan lelehan air mata isterinya, si bapak terketar-ketar madandatangani surat persetujuan pembedahan.

Keluar dari bilik pembedahan, selepas obat bius yang suntikkan habis, si anak menangis kesakitan. Dia juga heran2 melihat kedua tangannya berbalut kasa putih. Ditatapnya muka ayah dan ibunya.
Kemudian ke wajah pembantu rumah. Dia mengerutkan dahi melihat mereka semua menangis.
Dalam siksaan menahan sakit, si anak bersuara dalam linangan air mata.
"Abah.. Mama... Ita tidak akan melakukannya lagi. Ita tak mau ayah pukul.
Ita tak mau jahat. Ita sayang abah.. sayang mama." katanya berulang kali membuat si ibu gagal menahan rasa sedihnya.
"Ita juga sayang Kak Narti.." katanya memandang wajah pembantu rumah, sekaligus membuatkan gadis dari Surabaya itu meraung histeris. "Abah..kembalikan tangan Ita. Untuk apa ambil.. Ita janji tdk akan mengulanginya lagi! Bagaimana caranya Ita mau makan nanti? Bagaimana Ita mau bermain nanti? Ita janji tdk akan mencoret2 mobil lagi," katanya berulang-ulang.

Serasa copot jantung si ibu mendengar kata-kata anaknya. Meraung2 dia sekuat hati namun takdir yang sudah terjadi, tiada manusia dapat menahannya.

*"jika tidak dapat apa yang kita suka...belajarlah utk menyukai apa yang kita dapat.."

Sunday, July 03, 2005

FWD : 10 kebiasaan yang dapat merusak otak

10 kebiasaan yang dapat merusak otak - dr. Martin Leman, DTM&H

1.. Tidak Sarapan Pagi
Mereka yang tidak mengkonsumsi sarapan pagi memiliki kadar gula darah yang rendah, yang akibatnya suplai nutrisi ke otak menjadi kurang.

2.. Makan Terlalu Banyak

Terlalu banyak makan, apalagi yang kadar lemaknya tinggi, dapat berakibat mengerasnya pembuluh darah otak karena penimbunan lemak pada dinding dalam pembuluh darah. Akibatnya kemampuan kerja otak akan menurun.

3.. Merokok

Zat dalam rokok yang terhisap akan mengakibatkan penyusutan otak secara cepat, serta dapat mengakibatkan penyakit Alzheimer.

4.. Mengkonsumsi gula terlalu banyak

Konsumsi gula yang terlalu banyak akan menyebabkan terganggunya penyerapan protein dan nutrisi, sehingga terjadi ketidakseimbangan gizi yang akan mengganggu perkembangan otak

5.. Polusi Udara

Otak adalah konsumen oksigen terbesar dalam tubuh manusia. Menghirup udara yang berpolusi menurunkan suplai oksigen ke otak sehingga dapat menurunkan efisiensi otak.

6.. Kurang Tidur

Otak memerlukan tidur sebagai saat beristirahat dan memulihkan kemampuannya. Kekurangan tidur dalam jangka waktu lama akan mempercepat kerusakan sel-sel otak.

7.. Menutup kepala saat tidur

Kebiasaan tidur dengan menutup kepala meningkatkan konsentrasi zat karbondioksida dan menurunkan konsentrasi oksigen yang dapat menimbulkan efek kerusakan pada otak.

8.. Menggunakan pikiran saat sakit

Bekerja terlalu keras atau memaksakan untuk menggunakan pikiran kita saat sedang sakit dapat menyebabkan berkurangnya efektifitas otak serta dapat merusak otak.

9.. Kurang menstimulasi pikiran

Berpikir adalah cara yang paling tepat untuk melatih otak kita. Kurangnya stimulasi pada otak dapat menyebabkan mengkerutnya otak kita.

10.. Jarang berkomunikasi

Komunikasi diperlukan sebagai salah satu sarana memacu kemampuan kerja otak. Berkomunikasi secara intelektual dapat memicu efisiensi otak. Jarangnya berkomunikasi akan menyebabkan kemampuan intelektual otak jadi kurang terlatih.